Kalau Jadi Presiden, Ini Kata Ganjar Soal Kemerdekaan Berekspresi

Semarang, IDN Times - Calon presiden (capres) yang mendapat rekomendasi dari PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo bicara terkait kemerdekaan berekspresi jika nanti terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia. Ia akan berpedoman pada undang-undang dalam bereaksi terhadap kasus tersebut.
1. Ganjar dicaci maki 350 ribu warganet

Gubernur Jawa Tengah itu menceritakan pengalamannya saat menolak Israel dalam Piala Dunia U-20, beberapa waktu lalu.
‘’Saya kira kita tahu adab, kita tahu tata cara, 350 ribu lebih orang mem-bully saya ketika saya memutuskan Piala Dunia U-20. Itu tidak saya hapus, tidak saya blocked, dicaci maki tiap hari sekasar dengan bullying bullying luar biasa,’’ ungkapnya dalam wawancara eksklusif dengan IDN Times, Rabu (26/4/2023).
Atas serangan tersebut dalam konfirmasi kepada media, Ganjar menyampaikan agar tindakan itu tidak dilakukan kepada istri dan anaknya.
2. Ada track record Ganjar dalam menghadapi kebebasan berekspresi

‘’Saya sampaikan, saya saja tapi jangan anak istri saya. Sebenarnya saya ingin menyampaikan itu. Cukup menjadi komitmen anda bicara tidak akan menangkap,’’ ujarnya.
Kendati demikian, ada pengalaman Ganjar saat merespons kebebasan berekspresi masyarakat. Ia secara suportif menemui para pendemo saat demo buruh dan Undang-Undang Omnibuslaw.
‘’Youtube saya pernah dibanjiri (komentar), ketika demo buruh dan omnibuslaw di depan kantor provinsi Jateng dan saya temui, ketika banyak orang nggak mau. Kalau itu masih menjadi pertanyaan silakan lihat live record-nya,’’ katanya.
3. Akan bertindak sesuai undang-undang

Namun demikian, ke depan saat menjadi presiden, Ganjar akan bertindak sesuai undang-undang jika mengalami kejadian yang sama terkait kebebasan berekspresi.
‘’Saya kira ada undang-undang yang harus ditaati. Kita semua bicara hak tapi juga punya tanggung jawab. Makanya saya tunjukkan apa yang ada dari situ. Ya, orang bisa bicara nanti, kalau saya. Tapi bagaimana bisa percaya pada kamu jika ada track record,’’ tandasnya.



















