Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kamu Tahu Arti Plat G, H, K, R, AA, dan AD di Jawa Tengah? Ini Penjelasannya
Suasana lalu lintas kendaraan di Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)
  • Huruf-huruf pada plat nomor tersebut secara harfiah tidak memiliki kepanjangan, melainkan berfungsi sebagai penanda kode wilayah eks-Karesidenan.

  • Sistem penomoran ini merupakan warisan masa penjajahan, tepatnya merujuk pada kode huruf batalion militer Inggris yang menduduki daerah-daerah tersebut pada abad ke-19.

  • Keenam kode plat ini secara rapi membagi seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah, mulai dari kawasan Pantura hingga Solo Raya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernahkah kamu melintas di jalanan dan bertanya-tanya, apa sih sebenarnya kepanjangan dari huruf G, H, K, R, AA, atau AD pada plat kendaraan bermotor?

Jawabannya: huruf-huruf tersebut tidak memiliki kepanjangan. Alih-alih sebuah singkatan, huruf di awal plat nomor adalah kode wilayah yang didasarkan pada pembagian eks-Karesidenan di Jawa Tengah pada masa lampau.

Agar tidak bingung lagi saat melihat plat kendaraan dari luar kota, berikut adalah daftar lengkap cakupan wilayah untuk masing-masing kode plat nomor di Jawa Tengah:

1. Plat G (Eks-Karesidenan Pekalongan)

Potret Masjid Agung Al-Jami’ Pekalongan yang menjadi salah satu pusat kegiatan keislaman masyarakat pesisir. (id.wikipedia.org)

Kode plat ini meliputi wilayah pantai utara (Pantura) bagian barat Jawa Tengah. Daerah yang menggunakan plat G adalah:

  • Kota dan Kabupaten Pekalongan

  • Kota dan Kabupaten Tegal

  • Kabupaten Brebes

  • Kabupaten Batang

  • Kabupaten Pemalang

2. Plat H (Eks-Karesidenan Semarang)

Sejumlah mobil berplat H memadati jalanan. (Instagram.com/@feraarynt)

Plat H adalah kode untuk wilayah ibu kota Provinsi Jawa Tengah beserta kawasan penyangganya, yang meliputi:

  • Kota Semarang

  • Kabupaten Semarang

  • Kota Salatiga

  • Kabupaten Demak

  • Kabupaten Kendal

3. Plat K (Eks-Karesidenan Pati)

Alun-alun Kabupaten Jepara. (IDN Times/Dhana Kencana)

Kode plat ini sering dijumpai jika kamu berkunjung ke wilayah Jawa Tengah bagian timur laut atau kawasan Muria Raya. Cakupan daerahnya meliputi:

  • Kabupaten Pati

  • Kabupaten Kudus

  • Kabupaten Jepara

  • Kabupaten Rembang

  • Kabupaten Blora (termasuk Cepu)

  • Kabupaten Grobogan

4. Plat R (Eks-Karesidenan Banyumas)

Untuk wilayah Jawa Tengah bagian barat daya alias kawasan "Ngapak", kendaraan di sana identik dengan plat nomor R. Wilayahnya mencakup:

  • Kabupaten Banyumas (termasuk Purwokerto)

  • Kabupaten Cilacap

  • Kabupaten Purbalingga

  • Kabupaten Banjarnegara

5. Plat AA (Eks-Karesidenan Kedu)

Mobil plat AA melintas di Magelang (IDN Times/Dhana Kencana)

Kode plat dua huruf ini menguasai kawasan wilayah Jawa Tengah bagian tengah hingga selatan, yang meliputi:

  • Kota dan Kabupaten Magelang

  • Kabupaten Purworejo

  • Kabupaten Kebumen

  • Kabupaten Temanggung

  • Kabupaten Wonosobo

6. Plat AD (Eks-Karesidenan Surakarta / Solo)

Ilustarsi mobil berplat AD. (IDN Times/Larasati Rey)

Terakhir, plat AD digunakan secara eksklusif untuk wilayah Solo Raya yang membentang di bagian timur selatan Jawa Tengah. Daerah penggunanya adalah:

  • Kota Surakarta (Solo)

  • Kabupaten Boyolali

  • Kabupaten Sukoharjo

  • Kabupaten Karanganyar

  • Kabupaten Wonogiri

  • Kabupaten Sragen

  • Kabupaten Klaten

Mengapa harus menggunakan huruf-huruf acak seperti H, K, atau R?

Arus lalu lintas lancar di tanjakan Gombel Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Pembagian plat nomor di Indonesia (khususnya Pulau Jawa) sebenarnya sangat dipengaruhi oleh sejarah kedatangan armada militer Inggris. Saat Inggris berhasil merebut Jawa dari Belanda pada awal 1800-an, mereka membagi wilayah berdasarkan batalion pasukan militer.

Misalnya, Batalion H ditempatkan di Semarang, Batalion K di Pati, dan seterusnya. Kode batalion inilah yang akhirnya melekat menjadi penanda plat nomor kendaraan hingga hari ini!

Curated For You

Editorial Team

Related Article