Semarang, IDN Times - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang mendesak Presiden Prabowo Subianto memperbaiki pelaksanaan makan bergizi gratis (MBG).
Desakan itu dilontarkan ratusan mahasiswa saat bergerak demo secara sporadis di Gubernuran Semarang hari ini. Para pendemo bergerak sejak siang. Dan bubar menjelang Maghrib.
Kalangan mahasiswa menyatakan MBG telah memicu laju inflasi yang tinggi sampai membuat harga-harga bahan pangan kian melambung.
"Makanya kami mendesak MBG dievaluasi total. Karena di dalamnya banyak tengkulak-tengkulak. Ini yang membuat petani-petani lokal diperas tenaganya untuk menyumbangkan ke MBG. MBG itu menyumbang nilai inflasi pangan 0,3 persen. Jadinya MBG ini jadi momentum membuat harga-harga pangan tidak bergerak," kata Dika Kusuma, Koordinator BEM Undip.
Ia menyoroti ulah pelaksana MBG yang tidak memperhatikan nasib petani-petani lokal. Bahkan cenderung berbisnis untuk kepentingan pemilik dapur MBG itu sendiri.
Tak cuma itu saja, ia juga mengecam pemerintah pusat yang seenaknya menaikan harga BBM non subsidi seperti Pertamax, Dexlite.
Ia bersama aliansi BEM lainnya kecewa dengan sikap pemerintah pusat yang tidak berpihak pada rakyat. Karena naiknya harga Pertamax telah membebani masyarakat, dan berpengaruh terhadap arus angkutan logistik di Jawa Tengah.
"Kenaikan harga Pertamax tentu saja membebani masyarakat. Karena Pertamax sekarang harganya di angka normal yang juga memberatkan jasa logistik, melumpuhkan distribusi logistik," ujar Dika.
Michael, seorang pendemo dari BEM Undip juga menyuarakan kekecewaan dengan pengesahan revisi UU Polri.
