Semarang, IDN Times - Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (Kejati Jateng) kembali menangkap 2 buronan kasus tindak pidana korupsi dan penipuan dalam kurun waktu satu minggu terakhir. Asisten Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah, Sunarwan menjelaskan, kedua buron tersebut berstatus tersangka dan terpidana.
Kejati Jateng Tangkap 2 Buronan, Sisa 72 Orang Masih Diburu!

1. Menyerahkan diri usai buron 9 bulan
Buronan pertama adalah Martiningrum Widiastuti yang menyerahkan diri ke Kejari Depok pada 21 Juni 2024. Ia merupakan tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi kredit fiktif di PD BPR BKK Kendal tahun 2013--2014.
Martiningrum kabur setelah ditetapkan sebagai tersangka pada September 2023.
"Dia menyerahkan diri di Kejari Depok dan dijemput oleh Kejari Kendal. Dia ditahan di Lapas Wanita Bulu Semarang," katanya Selasa (25/6/2024).
2. Eksekusi buronan ke Lapas Pemalang
Buronan kedua, Warkisno. Ia ditangkap oleh Kejari Pemalang pada 22 Juni 2024 dan langsung dieksekusi di Lapas Pemalang. Warkisno merupakan terpidana kasus penipuan dengan putusan Mahkamah Agung (MA) hukuman 2 tahun penjara.
Warkisno ditangkap di Perumahan The Sambeng Village, Desa Sambeng, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang.
Ia merupakan terpidana kasus penipuan yang telah berkekuatan hukum tetap setelah putusan kasasi Mahkamah Agung yang menjatuhkan hukuman dua tahun penjara.
"Untuk pidana umum dengan putusan Mahkamah Agung dua tahun, Pasal 378 KUHP, terpidana sudah dieksekusi di Lapas Pemalang," ungkap Sunarwan.
3. Selama 5 bulan sudah menangkap 13 DPO
Penangkapan kedua buronan itu menambah daftar buronan yang berhasil diamankan Kejati Jateng dalam kurun waktu satu bulan terakhir menjadi tiga orang.
Sunarwan menambahkan, penangkapan terhadap dua buron tersebut menyisakan 72 orang yang masih tercatat dalam daftar pencarian orang (DPO) di berbagai wilayah di Jawa Tengah. Dari catatannya, hampir lima bulan terakhir, Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah telah menangkap 13 DPO.
"DPO-DPO, baik yang berstatus tersangka atau terpidana, agar kooperatif dan menyerahkan diri. Proses hukum terus berjalan, jika tidak menyerahkan diri pasti kami kejar," tegas Sunarwan.
Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah juga menangkap dua buronan lainnya pada awal Juni 2024. Mereka adalah Muljaningrum Widiastuti--yang merupakan kakak kandung Martiningrum Widiastuti--atas kasus dugaan korupsi kredit fiktif di PD BPR BKK Kendal tahun anggaran 2013-2014 dan Mokhamad Zahli yang ditangkap di Kabupaten Bekasi.