Semarang, IDN Times - Perayaan Idul Adha 1447 Hijriyah tahun ini dipastikan berada dalam anomali cuaca yang sangat ekstrem. Utamanya di Kota Semarang, cuaca yang kerap terasa panas menyengat saat siang, tiba-tiba jadi hujan deras saat malam.
Untuk menyiasati cuaca ekstrem di Kota Lunpia, sejumlah pemilik kandang ternak membuka jasa penggemukan sapi kurban.
Salah satunya terletak di kompleks area Pasar Induk MAJT–MAS, Jalan Arteri Soekarno Hatta Tlogosari.
Siang itu, kandang penggemukan sapi bernama Berkah Beef MAS sedang lengang. Seluas mata memandang yang terlihat berupa hamparan kandang kandang yang dipenuhi kawanan sapi kurban.
Yus Prasetya tampak sibuk keliling kandang buat memberi pakan ke sapi-sapi kurban. Kondisi sapi relatif gemuk. Sekilas memang bugar.
Yus bilang untuk menambah nafsu makan, sapi kurban di kandangnya rutin diberi asupan ramuan jamu berbahan alami. Macam kunyit yang dicampue kencur, garam dan jahe.
"Fungsinya supaya pencernaan lebih baik, jadi penyerapan makanannya juga maksimal. Perkembangan bobot sapi dipantau secara rutin melalui penimbangan minimal satu kali setiap bulan," aku Koordinator Kandang Berkah Beef MAS ini.
Yus juga senantiasa telaten membuatkan jus berbahan empon-empon untuk menjaga metabolisme sapi kurban saat suhu dingin di malam hari.
Minuman jus ia berikan saban pagi hari. Ia pun senang karena sapi kurban di kandang Beef MAS saban hari tubuhnya tambah gemuk.
"Rata-rata kenaikan bobot mencapai 1 hingga 1,6 kilogram per hari, bahkan dalam kondisi tertentu bisa menyentuh 2 kilogram per hari," urainya.
