Puskeswan Klaten Ingatkan Warga Cek Fisik Sapi Kurban Sebelum Beli

- Puskeswan Jatinom bersama Dinas Peternakan dan Polres Klaten memperketat pemeriksaan kesehatan sapi kurban di Pasar Hewan Jatinom menjelang Idul Adha 2026.
- Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada indikasi penyakit menular seperti PMK pada sapi yang dijual, namun pedagang tetap diminta melakukan skrining mandiri sebelum membawa ternak ke pasar.
- Polres Klaten turut mengamankan aktivitas jual beli dan mengimbau masyarakat memeriksa SKKH serta waspada terhadap uang palsu dan tindak kriminal di area pasar.
Klaten, IDN Times - Aktivitas jual beli di Pasar Hewan Jatinom, Kabupaten Klaten, mulai merangkak naik menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Guna memberikan rasa aman bagi para pemburu hewan kurban, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskeswan Jatinom bersama Dinas Peternakan dan jajaran Polres Klaten memperketat pemeriksaan kesehatan ternak yang masuk ke area pasar. Langkah ini diambil demi memutus rantai penularan penyakit berbahaya.
Kabar baik bagi masyarakat yang ingin berkurban tahun ini. Dari hasil peninjauan dan pemeriksaan klinis secara langsung di lapangan, petugas medis memastikan belum ditemukan adanya indikasi penyakit menular pada hewan kurban yang diperdagangkan.
"Untuk penyakit PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) saat ini tidak ada di Pasar Hewan Jatinom. Sapi-sapi yang masuk sudah kami periksa dari ciri fisik, mulut, hidung, dan tidak ditemukan gejala seperti pincang, demam, maupun air liur berlebihan," jelas petugas UPT Puskeswan Jatinom, drh. Ana Widya Sari, Kamis (14/5/2026).
Meskipun kondisi pasar saat ini terpantau aman dan steril dari wabah, pihak Puskeswan memberikan imbauan tegas kepada para belantik atau pedagang musiman. Mereka diminta untuk melakukan skrining mandiri secara jujur sebelum mengangkut hewan ternaknya ke pasar.
“Himbauannya untuk pedagang-pedagang yang masuk ke Pasar Hewan Jatinom diusahakan sapi yang sakit jangan dibawa ke pasar karena akan mengakibatkan penularan di area pasar,” tambah drh. Ana.
Pemeriksaan kesehatan hewan ini juga didampingi langsung oleh Kapolres Klaten, AKBP Moh Faruk Rozi. Kehadiran tim gabungan dari unsur kepolisian dan Kodim ini bertugas memastikan proses pengawasan berjalan lancar sekaligus mengamankan lonjakan aktivitas transaksi tunai yang mulai padat.
“Kehadiran kami di sini selain mendampingi dinas peternakan maupun petugas UPT Puskeswan Jatinom juga ingin memastikan kepada masyarakat bahwa kami hadir untuk melaksanakan pengamanan," kata AKBP Moh Faruk Rozi.
Mengingat tingginya nilai ekonomi sapi dan kambing menjelang Idul Adha, kepolisian dan dinas terkait meminta masyarakat untuk tetap teliti saat bertransaksi. Selain wajib mengecek Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari pedagang, warga juga diminta waspada terhadap maraknya peredaran uang palsu dan potensi kriminalitas di area parkir pasar.


















