Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kompor Gas atau Makanan? Ini Kata Polisi Soal Tewasnya Satu Keluarga di Temanggung
Ilustrasi tempat glamping sejuk di tengah hutan pinus yang asri. (Sumber: Pixabay.com/id/photos/glamping-berkemah-tenda-hutan-pagi-6490987)
  • Satu keluarga asal Ambarawa ditemukan meninggal dunia di dalam tenda saat berkemah di kawasan wisata Kledung, Temanggung, pada Kamis (28/5).
  • Polisi masih menyelidiki penyebab kematian dan menunggu hasil pemeriksaan toksikologi dari Bidlabfor Polda Jateng untuk memastikan faktor utama tragedi tersebut.
  • Dua dugaan sementara muncul, yaitu keracunan makanan yang dibawa sendiri atau kebocoran gas kompor portabel yang digunakan di sekitar tenda.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Aktivitas camping atau glamping (glamorous camping) di alam terbuka belakangan ini memang lagi jadi tren gaya hidup (lifestyle) yang digandrungi banyak orang, mulai dari anak senja hingga liburan keluarga. Sayangnya, sebuah tragedi memilukan baru saja menimpa satu keluarga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang, saat tengah menikmati quality time mereka di kawasan wisata Kledung, Kabupaten Temanggung.

Satu keluarga yang terdiri dari empat orang ditemukan meninggal dunia di dalam tenda mereka pada Kamis (28/5). Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus menyelidiki penyebab pasti dari peristiwa tragis tersebut.

Tragedi ini menimpa empat anggota keluarga, masing-masing berinisial MHM (52), M (43), AEH (17), dan BAH (21). Liburan yang harusnya menyenangkan berubah menjadi duka saat petugas tempat wisata berniat mengingatkan waktu batas menginap (checkout) kepada keluarga tersebut. Namun, saat tenda diperiksa, keempatnya ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Nasir Anwar, menyatakan bahwa pihak kepolisian belum bisa menyimpulkan penyebab utama kematian secara instan. Saat ini, tim penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan toksikologi dari Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Jateng.

Kendati demikian, polisi mengantongi dua dugaan sementara terkait penyebab kematian satu keluarga ini yakni keracunan makanan mandiri, korban diduga keracunan dari makanan yang mereka siapkan dan bawa sendiri dari rumah untuk bekal selama berkemah.

Dan juga dugaan kebocoran gas kompor portabel, ada indikasi para korban menghirup gas beracun atau mengalami sesak napas akibat kebocoran dari kompor portabel yang digunakan di dalam atau sekitar tenda.

"Selain sampel makanan dan tabung gas, tim labfor juga mengambil sampel dari salah satu korban yang usianya paling muda untuk diteliti lebih lanjut," jelas Kombes Pol. Nasir Anwar.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa hasil resmi dari laboratorium forensik nantinya akan menjadi petunjuk mutlak untuk mengungkap tabir di balik kasus ini. Namun, proses tersebut membutuhkan waktu karena adanya beberapa tahapan ilmiah yang harus dilalui secara teliti.

Editorial Team

Related Article