KPU Targetkan Partisipasi Pemilih Pilwakot Semarang Capai 80 Persen

- KPU Kota Semarang menargetkan partisipasi pemilih Pilkada 2024 mencapai 80 persen
- Partisipasi pemilih pada Pilkada Kota Semarang 2020 di bawah 70 persen
- KPU melakukan sosialisasi dan debat pasangan calon untuk meningkatkan partisipasi pemilih
1. Partisipasi pemilih pilkada selalu lebih rendah dari pilpres

Ketua KPU Kota Semarang, Ahmad Zaini mengatakan, pihaknya menargetkan partisipasi pemilih pilkada lebih rendah daripada pilpres karena dua pesta demokrasi ini berbeda.
‘’Pada Pilpres 2024 lalu mencapai angka 80 persen, sedangkan partisipasi pemilih pada Pilkada Kota Semarang 2020 di bawah 70 persen,’’ ungkapnya, Sabtu (23/11/2024).
KPU sejauh ini telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada Pilkada Kota Semarang nanti. Upaya yang dilakukan antara lain lewat sosialisasi dengan penyelenggaraan debat pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Semarang yang telah tiga kali digelar.
2. Angka partisipasi pemilih bisa lebih tinggi

Zaini berharap dengan berbagai sosialisasi yang diadakan, angka partisipasi pemilih di Kota Semarang bisa lebih tinggi dibandingkan dengan pilkada sebelumnya pada 2020.
"Target partisipasi pemilih pada Pilkada 2020 kan 77,5 persen. Harapannya pilkada sekarang mencapai angka 80 persen," katanya.
Sementara, Pelaksana Tugas Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Semarang, Joko Hartono mengatakan, pihaknya terus mengimbau masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya.
3. Dekati pemilih dengan berbagai cara

‘’Jelang pemungutan suara, kami juga melakukan berbagai cara untuk meningkatkan partisipasi pemilih. Misalnya, pada orang tua dengan mengajak berdialog agar bersedia datang ke tempat pemungutan suara (TPS),’’ terangnya.
Kemudian, lanjut dia, kepada generasi muda menggunakan pendekatan yang berbeda dengan metode kekinian seperti melalui media sosial.
"Insyaallah, kami sudah menyasar ke semua kalangan dengan berbagai macam teknik. Orang tua atau yang sudah sepuh kita ajak dialog. Kalau anak muda dengan cara kekinian misalnya media sosial, media elektronik lewat lomba atau konten," tandasnya.



















