Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mahfud MD Ungkap Banyak Pejabat Gak Fair Karena Politik dan Jabatan Dicampur Aduk

Mahfud MD Ungkap Banyak Pejabat Gak Fair Karena Politik dan Jabatan Dicampur Aduk
Cawapres nomor urut 3, Mahfud MD menggelar konferensi pers usai acara Tabrak Pak di Kafe Borjuis Jalan Piere Tendean Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Share Article

Semarang, IDN Times - Cawapres nomor urut 3, Mahfud MD mengatakan saat ini banyak para pejabat yang berlaku tidak fair. Sebab, dari perkembangan tahun politik, dirinya sudah melihat banyak pejabat yang menunjukan gejala yang mencampuradukkan urusan politik dengan tugas jabatan. 

"Ternyata dalam perkembangannya saya melihat banyak gejala-gejala di mana pejabat tidak sefair saya di dalam menjalankan tugas, masih mencampur aduk antara keperluan politik dan tugas jabatan," kata Mahfud saat konferensi pers seusai acara Tabrak Prof, di Kafe Borjuis Jalan Piere Tendean Semarang, Selasa (22/1/2024).

Sebagai cawapres sekaligus Menkopolhukam, dirinya sudah berusaha bersikap kompeten. Oleh karenanya, Mahfud mengaku akan mengajukan pengunduran diri sebagai menteri dalam waktu dekat. 

Mahfud mengatakan siap mundur sebagai menteri setelah menjalin komunikasi dengan Presiden Jokowi. Dirinya pun meminta masyarakat menunggu perkembangan terlebih dahulu. 

"Saya merasa saya memang harus kompeten, untuk menyatakan bahwa saya akan menentukan sikap pada saatnya dengan baik-baik. Tunggu tanggal mainnya, nanti dilihat saja perkembangannya. Justru itu yang harus saya lakukan agar saya lebih menghormati beliau, dan momentumnya akan dibicarakan dengan TPN dan pimpinan koalisi pengusung," urainya. 

Dengan bersikap mundur sebagai Menkopolhukam, katanya maka sikap sebagai seorang negarawan tetap terjaga. Ia bilang ini juga bagian dari etika sebagai seorang menteri. 

Lebih lanjut, Mahfud menambahkan bahwa dirinya akan menentukan cara yang terbaik untuk berkomunikasi dengan pimpinan parpol pengusung dan elite TKN. 

"Secara kenegaraan tetap beretika. Sebagai menteri harus ikut apa yg digariskan presiden. Tapi sebagai cawapres harus ikut partai pengusung, ketemu dengan TKN nanti akan ditentukan cara yang terbaik, bukan cara yang meremehkan atau ngambek dan sebagainya," tandasnya. 

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Bandot Arywono
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto

Latest News Jawa Tengah

See More

Dompet Selamat! 5 Trik Pacaran Hemat di Solo-Semarang Pas Malam Minggu

27 Jun 2026, 16:00 WIBNews