Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono telah melibatkan PT Pabrik Gula Rajawali 1 untuk melakukan distribusi gula sebagai kebutuhan operasional koperasi desa merah putih (KDMP).
Ferry mengatakan PT Pabrik Gula Rajawali 1 atau Pabrik Gula 1 akan menjadi pemasok gula ke semua KDMP.
"Saya juga harapkan PT Pabrik Gula 1, kalau sudah punya tebu, gula yang dijual di gerai koperasi desa dari PT Pabrik Gula 1," ungkap Ferry di sela sosialisasi pembiayaan LPDP Koperasi di Hotel Novotel Jalan Pemuda, Kota Semarang, Selasa (14/7/2026).
Ferry mengklaim pihaknya sudah tidak menerima impor produk gula berbahan tetes tebu (raw sugar). Berdasarkan data FAO, Indonesia telah menjadi produsen tebu terbesar kedua di dunia.
Dengan kata lain, menurutnya Indonesia telah memiliki kekuatan di sektor industri gula.
"Kita Allhamdulillah tidak lagi impor gula raw sugar. Ini artinya kita memiliki kekuatan gula di Asia Tenggara. Berdasarkan data FAO, Indonesia menjadiprodusen tebu terbesar kedua di dunia," kata Waketum Gerindra tersebut.
Pihaknya optimistis dengan melihat perkembangan sektor pertanian, maka ke depan tidak menutup kemungkinan seluruh kebutuhan gula nasional perlahan bjsa dipenuhi oleh industri dalam negeri. "Termasuk bioful dan juga etanol," tambahnya.
Kendati demikian, diakuinya bahwa kemampuan negara dalam memproduksi gula sampai sekarang belum menghasilkan sesuai yang optimal bagi para petani tebu.
Sebab itulah, para petani tebu saat ini membutuhkan instrumen kebijakan untuk mempermudah akses pembiayaan dan akses pemasaran.
"Dan lembaga yang cocok adalah koperasi. Koperasi adalah alat perjuangan kaum yang lemah. Koperasi adalah alat perjuangan masyarakat yang belum kuat," cetusnya.
Adapun dalam kegiatan sosialisasi pembiayaan LPDP Koperasi, Ferry bilang tujuannya buat menurunkan ide ideologis dan cita-cita besar koperasi untuk membantu ekonomi kerakyatan.
"Transformasi koperasi tidak hanya digerakan dari bawah tapi juga digerakan petani tebu," kata Ferry.
