- Gasoline (Pertalite & Pertamax Series) naik 20 persen dari konsumsi normal 12.982
- KL/hari
- LPG naik 8,5 persen dari konsumsi normal 4.667 metrik ton/hari
- Avtur (bahan bakar pesawat) naik 8 persen dari konsumsi normal 260 KL/hari
- Gasoil (Solar & Dex Series) turun 14 persen dari konsumsi normal 6.729 KL/hari.
Menteri ESDM Bahlil Cek Kualitas Pertamax dan Pertalite SPBU Pertamina di Tol Batang, Ini Sarannya

- Pertamina memastikan kesiapan pasokan BBM dan LPG di Jawa Tengah menjelang arus mudik Lebaran 2025
- Kunjungan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meninjau stok BBM dan LPG serta uji kualitas BBM Pertamax dan Pertalite
- Konsumsi energi di Jawa Tengah diperkirakan meningkat selama Ramadan dan Idulfitri 2025, dengan peningkatan konsumsi bahan bakar tertentu
Batang, IDN Times - Menjelang arus mudik Lebaran 2025, PT Pertamina (Persero) memastikan kesiapan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG di Jawa Tengah dalam kondisi aman. Dengan didukung tujuh terminal utama, strategi distribusi yang matang, serta layanan tambahan di berbagai titik strategis, pemudik dipastikan dapat menikmati perjalanan dengan nyaman dan lancar.
1. Proyeksi konsumsi BBM dan LPG

Kesiapan tersebut menjadi fokus utama dalam kunjungan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, yang didampingi oleh Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, serta Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri.
Mereka meninjau langsung stok BBM dan LPG di Rest Area 379A, Jalan Tol Semarang-Batang, sekaligus mengecek kesiapan layanan mudik yang disediakan oleh Pertamina.
“Secara keseluruhan, pasokan BBM, LPG, dan listrik di Jawa Tengah dalam kondisi aman untuk menghadapi puncak arus mudik dan balik Lebaran. Kami telah memastikan distribusi tetap lancar dengan cadangan stok yang mencukupi hingga 21 hari ke depan,” kata Bahlil, Kamis (20/3/2025).
Untuk mengantisipasi lonjakan, Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri menyebutkan, Pertamina telah menyiapkan stok 10--15 kali lipat dari konsumsi normal harian untuk BBM, serta 3---5 kali lipat dari konsumsi normal harian untuk LPG.
"Kami sudah memperhitungkan kenaikan demand ini dan telah menyiapkan strategi distribusi agar tidak terjadi kelangkaan pasokan selama puncak mudik," katanya.
2. Kualitas BBM terjamin dari pengecekan rutin LEMIGAS

Dalam pantaun tersebut, Bahlil Lahadalia juga melakukan uji kualitas BBM yang dilakukan oleh Balai Pengujian Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS. Pengujian dilakukan terhadap kadar oktan Pertalite (RON 90) dan Pertamax (RON 92) untuk memastikan bahwa produk yang dijual sesuai dengan standar nasional.
Hasil uji membuktikan bahwa mutu BBM Pertamina tetap sesuai standar, sehingga konsumen mendapatkan bahan bakar berkualitas tanpa ada penurunan spesifikasi.
"Kami akan memastikan pengecekan kualitas BBM ini dilakukan lebih sering, minimal setiap tiga bulan sekali, agar masyarakat mendapat kepastian antara harga dan kualitas bahan bakar yang dibeli," tegas Bahlil.
3. Jaringan distribusi BBM dan LPG terkendali

Sementara itu, Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Aribawa mengatakan, selama periode Ramadan dan Idulfitri 2025, konsumsi energi diperkirakan meningkat di beberapa sektor. Di antaranya:
Ia juga menjelaskan, ketersediaan energi di Jawa Tengah didukung oleh jaringan distribusi yang kuat. Seperti:
- 7 fasilitas distribusi BBM utama, seperti Fuel Terminal (FT) Lomanis dan FT Semarang yang menjadi tulang punggung suplai BBM di Jateng
- 5 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) untuk memastikan avtur tetap tersedia di bandara-bandara utama
- 254 SPBU beroperasi 24 jam, ditambah 15 titik layanan BBM tambahan dan Kiosk Pertamina Siaga di sepanjang jalur mudik
- 19 unit Motorist BBM Delivery yang siap mengirim bahan bakar langsung ke titik-titik kemacetan
- 990 Agen LPG 24 jam, untuk memastikan ketersediaan gas subsidi 3 kg selama Ramadan dan Lebaran
- Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di Kaligawe, Penggaron, dan Mangkang, untuk mendukung kendaraan berbahan bakar gas (CNG).
4. Layanan istirahat nyaman bagi pemudik

Aribawa menambahkan, sebanyak 60 unit mobil tangki standby telah disiapkan untuk menjaga kelancaran distribusi. Jika terjadi kondisi darurat atau kemacetan ekstrem, mobile storage tank akan dikerahkan untuk memberikan layanan pengisian bahan bakar langsung di jalan.
Untuk memberikan kenyamanan ekstra bagi pemudik, Pertamina juga menghadirkan Serambi MyPertamina, posko layanan mudik yang menawarkan berbagai fasilitas, seperti:
- Pijat gratis bagi pengemudi yang lelah setelah perjalanan jauh
- otong rambut gratis untuk pemudik yang ingin tampil segar sebelum tiba di kampung halaman
- Mini klinik untuk cek tekanan darah dan layanan kesehatan ringan
- Ruang laktasi bagi ibu menyusui
- Tempat istirahat yang nyaman untuk pengemudi
"Kami ingin memastikan pemudik tidak hanya aman secara bahan bakar, tetapi juga bisa beristirahat dengan nyaman agar perjalanan lebih aman dan menyenangkan," pungkasnya.



















