Usai workshop, Unsoed dan UIN Saizu bersama masyarakat sekitar pondok pesantren pesisir tanam pohon mangrove.(IDN Times/Sutrisno).
Selain itu pelatihan santri berwawasan Bahari juga diberikan, hal ini bertujuan untuk mengembangkan wawasan kebaharian masyarakat dengan memberdayaakan kelembagaan pesantren sebagai wahana untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang kelautan dan perikanan.
Beberapa pakar kelautan dan perikanan seperti Mukti Trenggono, M.Kel yang merupakan ahli bidang kelautan dan Roy Andreas, Ph.D dari Universitas Jenderal Soedirman, dan Dr.Nurfuadi dari UIN Saizu Purwokerto.
Pada pelatihan yang digelar pada Rabu (17/10/2023) ini disampaikan materi mengenai pengetahuan-pengetahuan dasar mengenai laut dan pantai, ekosistem laut, bagaimana menjaga kebersihan dan keindahan pantai, dan bagaimana peran santri untuk menjaga kelestarian ekosistem bahari di sekitar.
Usai pelatihan, para santri melakukan bersih-bersih pantai dan penanaman pohon mangrove yang melibatkan santri dan guru/pengasuh Pondok Pesantren Al Ihya Ulumaddin Kebonbaru Cilacap, Tim pelaksana kegiatan pengabdian kepada Masyarakat, mahasiswa dan komunitas pecinta mangrove Cilacap.
Kegiatan yang melibatkan sekitar 70 orang adalah untuk membangun kesadaran komunitas untuk melestarikan dan menjaga lingkungan pesisir dan laut.
Pimpinan Pondok Pesantren Al Ihya Ulumaddin K.H Muhammad Mudasir
mengungkapkan berharap kegiatan positif semacam ini lebih intensif lagi dilaksanakan agar generasi penerus memiliki wawasan bahari dan memiliki kesadaran sepenuhnya untuk menjaga laut dan pantai.
" Ini kegiatan bagus bagi para santri untuk lebih sadar dalam menjaga pantai dan laut,"ujarnya.