Surakarta, IDN Times – Revitalisasi 13 titik bangunan di kawasan Keraton Kasunanan Surakarta yang didanai APBN resmi memasuki tahap pelaksanaan. Seiring dimulainya pekerjaan tersebut, Museum Keraton Kasunanan Surakarta untuk sementara ditutup bagi wisatawan hingga proses revitalisasi selesai.
13 Bangunan Dipugar, Museum Keraton Solo Tutup Ada Revitalisasi

1. PB XIV Hangabehi sebut Museum akan ditutup sementara.
Raja Keraton Kasunanan Surakarta, PB XIV Hangabehi, mengatakan penutupan museum dilakukan agar proses revitalisasi dapat berjalan lancar sekaligus menjaga keselamatan pengunjung selama pekerjaan berlangsung.
“Museum Keraton Kasunanan Surakarta untuk sementara kami tutup selama proses revitalisasi berlangsung. Penutupan ini dilakukan agar pekerjaan berjalan maksimal sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat yang berkunjung,” ujarnya Rabu (22/7/2026).
PB XIV Hangabehi berharap revitalisasi yang didanai pemerintah pusat tersebut mampu menjaga kelestarian bangunan cagar budaya sekaligus meningkatkan kualitas kawasan Keraton Kasunanan Surakarta sebagai destinasi sejarah dan budaya.
2. Ada 13 titik bangunan Keraton yang akan direvitalisasi
Dikesempatan yang sama Pengangeng Sasana Wilopo PB XIV Hangabehi, GKR Koes Moertiyah Wandansari mengatakan revitalisasi 13 titik bangunan Keraton Kasunanan Surakarta (Keraton Solo) didanai melalui APBN dan dijadwalkan mulai dikerjakan secara serempak oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK). Berikut adalah daftar titik utama kawasan yang direvitalisasi:
Pagelaran
Sitinggil
Museum Keraton Solo (difokuskan sebagai prioritas utama konservasi koleksi)
Kasentanan
Panti Pidono
Keraton Kilen (Keraton Kulon/sisi barat)
Keputren
Ndalem Ageng
Kamandungan (sekitarnya)
Bangsal Pradonggo (termasuk Pradonggo Kidul)
Sasana Handrawina
Panggung Sangga Buwana
Bangunan di area Keraton Kilen dan Sino Renggo
3. Lima Bangunan Belum Bisa Diakses.
Gusti Moeng mengatakan LDA tidak akan ragu menempuh jalur hukum apabila ada pihak yang menghalangi pelaksanaan revitalisasi.
“Ya kan ada undang-undangnya. Dan itu setiap bangunan yang akan dikerjakan itu akan dipasang papan. Itu pasti akan kena akibatnya. Sesuai dengan pasal dan undang-undang perlindungan cagar budaya,” ujarnya.
Ia menegaskan Keraton Kasunanan Surakarta merupakan milik dinasti, bukan milik pribadi. Karena itu, pengelolaannya berada di bawah kewenangan Lembaga Dewan Adat.
Menurut Gusti Moeng, akses menuju Keputren, Keraton Kulon, dan Ndalem Ageng hingga kini masih tertutup. Padahal, lima bangunan di kawasan Keraton Kulon dan Sino Renggo termasuk dalam paket revitalisasi 13 titik yang akan dikerjakan menggunakan dana APBN.
“Yaitu nanti kita buka semua begitu. Kalau mereka enggak mau membuka, ya kita akan buka,” tegasnya.
Ia mengaku telah meminta penyerahan kunci bangunan selama lima bulan terakhir, tetapi belum mendapat respons.
“Saya sendiri sudah sampai ngomongan dengan si Asih itu untuk bisa menyerahkan kuncinya kepada kami. Karena ini bukan miliknya Sinuhun PB XIII pribadi, apalagi keluarga inti,” ujarnya.
Ia memastikan tidak akan ada lagi pertemuan dengan kubu PB XIV Purbaya untuk membahas persoalan revitalisasi.
“Enggak, sudah cukup,” tegasnya.
Selain itu, Gusti Moeng juga menyoroti aktivitas di lingkungan keraton yang dinilai tidak sesuai dengan pakem.
“Sementara mereka sak karpe dhewe mlebu rene sampai setengah tiga malam. Laki-laki semua. Caos dhahar katanya. Padahal caos dhahar itu di keraton itu ya ada waktunya,” ungkapnya.