Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Orang Tua Simak! 4 Langkah Persiapkan Mental Anak Hadapi Hari Pertama Sekolah Baru
ilustrasi anak belajar dengan menyenangkan (unsplash.com/Husniati Salma)
  • Artikel menyoroti pentingnya kesiapan mental anak menghadapi Hari Pertama Sekolah pada 13 Juli 2026, terutama bagi yang baru naik jenjang pendidikan dan harus beradaptasi di lingkungan baru.
  • Ditekankan empat langkah utama bagi orang tua: komunikasi terbuka, simulasi rutinitas baru, mengenalkan lingkungan sekolah secara visual, serta memberi dukungan emosional melalui afirmasi positif.
  • Tujuan utamanya agar anak lebih percaya diri, mengurangi kecemasan, dan merasa nyaman saat memulai hari pertama di sekolah barunya setelah libur panjang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times — Libur sekolah akhirnya usai juga ya, Lur! Hari Senin depan, tepatnya tanggal 13 Juli 2026, akan menjadi momen penting bagi anak-anak di seluruh Indonesia karena mereka akan memulai Hari Pertama Sekolah (HPS) di tahun ajaran baru. Momen ini tentu sangat mendebarkan, terutama bagi anak-anak yang baru saja naik jenjang ke TK, SD, SMP, hingga SMA dan harus beradaptasi di lingkungan sekolah yang baru.

Bagi anak, melangkah ke lingkungan baru dengan guru, teman-teman, dan aturan yang asing bisa memicu rasa cemas, takut, hingga stres (school anxiety). Tugas kita sebagai orang tua bukan cuma menyiapkan seragam dan buku baru, tapi juga mempersiapkan kondisi psikologis mereka agar percaya diri.

Nah, biar si kecil gak mogok atau menangis di gerbang sekolah besok, yuk ayah dan bunda simak 4 langkah taktis mempersiapkan mental anak menghadapi hari pertama sekolah baru berikut ini, Lur!

1. Jalin Komunikasi Terbuka dan Validasi Perasaan Anak

Interaksi orang tua dan anak. Sumber: Pexels.com

Langkah paling awal yang harus dilakukan orang tua adalah mengajak anak mengobrol santai dari hati ke hati. Jangan biarkan mereka memendam rasa cemasnya sendirian.

Tanyakan Perasaannya: Coba tanyakan kalimat pemantik seperti, "Kak, gimana perasaannya mau masuk sekolah baru Senin depan? Ada yang ditakutin gak?"

Validasi Emosinya: Jika anak mengaku takut atau malu, jangan pernah disepelekan dengan kalimat "Ah, gitu aja takut!". Sebaliknya, validasi perasaan mereka dengan berkata, "Wajar kok kalau Kakak merasa deg-degan, Ibu dulu waktu sekolah pertama kali juga sama. Tapi nanti pasti seru!"

Fokus pada Hal Positif: Alihkan kecemasan mereka dengan menceritakan hal-hal menyenangkan yang akan mereka temui, seperti kesempatan mendapat teman baru yang banyak, lapangan olahraga yang luas, atau mainan baru.

2. Mulai Simulasi Rutinitas Baru Sejak Akhir Pekan Ini

ilustrasi anak belajar (unsplash.com/Jason Sung)

Gegar budaya (culture shock) jam tidur dan jam bangun pagi sering kali menjadi pemicu utama anak moody di pagi hari. Oleh karena itu, simulasi harus dicoba sejak sabtu dan minggu ini, Lur.

Atur Jam Tidur Lebih Cepat: Mulai malam ini, ajak anak untuk tidur lebih awal. Jauhkan gawai (gadget) minimal satu jam sebelum tidur agar kualitas istirahatnya maksimal.

Simulasi Jam Bangun dan Bersiap: Latih anak untuk bangun di jam operasional sekolah yang sesungguhnya pada akhir pekan ini. Ajak mereka mandi, sarapan, dan memakai baju rapi sesuai jam keberangkatan besok Senin.

Latihan Alur Perjalanan: Jika memungkinkan, ajak anak berkendara melewati rute menuju sekolah barunya. Beritahu mereka berapa lama perjalanan yang akan ditempuh agar mereka memiliki gambaran linier tentang perjalanan dari rumah ke sekolah.

3. Bangun Kedekatan Visual dengan Lingkungan Sekolah

ilustrasi anak anak belajar bersama teman disekolah (pexels.com/ron lach)

Rasa takut anak biasanya muncul karena mereka tidak tahu apa yang akan mereka hadapi di tempat baru (fear of the unknown). Membantu mereka mengenali sekolah secara visual akan sangat membantu menurunkan kadar kecemasan.

Ajak Tur Singkat ke Sekolah: Manfaatkan sisa waktu akhir pekan untuk berjalan-jalan ke area luar sekolah baru. Tunjukkan secara langsung, "Nah, nanti Kakak kelasnya di sebelah sana, dan itu tempat Ayah bakal jemput Kakak siang-siang."

Gunakan Media Foto atau Video: Jika gerbang sekolah dikunci, ajak anak melihat foto-foto fasilitas sekolah yang biasanya ada di laman media sosial atau situs resmi sekolah tersebut. Kenalkan juga wajah kepala sekolah atau calon wali kelasnya jika fotonya tersedia.

4. Berikan "Jangkar Emosional" dan Afirmasi Positif

ilustrasi orang tua dan anak belajar (pexels.com/Annushka Ahuja)

Hari pertama sekolah adalah momen perpisahan sementara (separation anxiety) antara anak dan orang tua setelah berminggu-minggu menghabiskan waktu liburan bersama di rumah.

Bekali dengan Barang Kesayangan: Izinkan anak membawa barang kecil yang membuatnya nyaman di dalam tasnya, seperti sapu tangan favorit, gantungan kunci buatan rumah, atau bekal makanan kesukaannya. Ini berfungsi sebagai "jangkar emosional" yang mengingatkan mereka pada rumah.

Buat Ritual Perpisahan yang Manis: Sebelum melepas anak di gerbang sekolah besok Senin, berikan pelukan hangat, kecupan, dan buat high-five (tos) khusus.

Berikan Kepastian Waktu Jemput: Anak sering cemas takut ditinggalkan. Berikan kalimat penenang yang pasti, seperti, "Ibu bakal berdiri tepat di depan tiang bendera ini sebelum bel pulang sekolah berbunyi, jadi Kakak gak usah takut ya."

Nah, itulah 4 langkah cerdas yang bisa dipersiapkan mulai hari ini untuk melatih mental anak agar siap dan ceria menyambut hari pertamanya di sekolah baru hari Senin nanti. Selamat mendampingi tumbuh kembang si kecil, tetap sabar, dan salam hangat untuk keluarga di rumah, Sedulur!

Curated For You

Editorial Team

Related Article