Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_1211.jpeg
Festival Sambel Tumpang Nusantara yang digelar di Sragen. (@festivalsambeltumpangnusantara)

Intinya sih...

  • Sambel Tumpang Sragen Punya Cita Rasa Khas

  • Dorong Pemkab Kembangkan Teknologi Pengemasan

  • Pecahkan Rekor MURI, 280 Peserta Ikut Lomba Memasak

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sragen, IDN Times - Festival Sambel Tumpang (FST) yang digelar selama dua hari, Sabtu (14/2) hingga Minggu (15/2), di Kantor Terpadu Pemda Kabupaten Sragen mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Event kuliner kebanggaan warga Sragen ini tak hanya dipadati masyarakat, tetapi juga menarik perhatian pengusaha kuliner nasional.

Salah satu yang hadir adalah Owner Ayam Bakar Wong Solo Grup, H Puspo Wardoyo. Di tengah kesibukannya, ia menyempatkan diri datang sekaligus menjadi dewan juri dalam lomba memasak sambel tumpang yang diikuti 280 peserta dari berbagai desa, puskesmas, rumah sakit, dan instansi lainnya.

1. Sambel Tumpang Sragen Dinilai Punya Cita Rasa Khas

Pengusaha kuliner Wong Solo Grup, Puspo Wardoyo mencicipi sambel tumpang saat menjadi juri. (IDN Times/Larasati Rey)

Menurut Puspo Wardoyo, sambel tumpang khas Sragen memiliki keunikan tersendiri dibandingkan daerah lain. Ia menilai komposisi tempe dalam racikan sambalnya lebih dominan sehingga menciptakan karakter rasa yang kuat dan autentik.

Founder Destinasi Wisata Kalipepe Land dan produk makanan siap saji MakanKu itu mengaku sangat menyukai masakan tradisional Indonesia. Ia melihat sambel tumpang bukan sekadar menu harian, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai produk unggulan daerah.

“Ini dapat meningkatkan daya saing serta menumbuhkembangkan perekonomian bagi para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) karena bisa mengawetkan masakan tradisional hingga tahan lama sampai dua tahun, seperti makanan siap saji MakanKu yang kami produksi menggunakan teknologi canggih,” ungkapnya usai kegiatan, Minggu (15/2/2026).

2. Dorong Pemkab Kembangkan Teknologi Pengemasan

Rekor MURI yang diraih oleh Pemkab Sragen dalam Festival Sambel Tumpang Nusantara yang digelar di Sragen. (@festivalsambeltumpangnusantara)

Puspo menekankan pentingnya teknologi pengemasan modern agar sambel tumpang bisa memiliki daya tahan lebih lama. Dengan teknologi yang tepat, produk tradisional tersebut dinilai mampu menembus pasar nasional bahkan internasional.

Pengusaha yang juga memiliki delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) itu mendorong Pemerintah Kabupaten Sragen untuk tidak berhenti pada pencapaian rekor MURI semata. Ia berharap ada ruang khusus atau inkubasi pengembangan sambel tumpang sebagai produk unggulan daerah.

Menurutnya, inovasi dalam pengemasan dan pemasaran akan membuat sambel tumpang naik kelas menjadi oleh-oleh premium berbasis ekonomi kreatif.

3. Pecahkan Rekor MURI, 280 Peserta Ikut Lomba Memasak

Festival Sambel Tumpang Nusantara yang digelar di Sragen. (@festivalsambeltumpangnusantara)

Festival Sambel Tumpang tahun ini juga mencatatkan rekor MURI melalui lomba memasak yang diikuti 280 peserta. Ajang tersebut menjadi simbol transformasi sambel tumpang dari makanan rumahan menjadi ikon budaya sekaligus potensi ekonomi Sragen.

Pencapaian ini menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas kuliner daerah. Dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, sambel tumpang diyakini mampu berkembang lebih luas.

“Ini bukan hanya soal rekor, tapi bagaimana sambel tumpang bisa menjadi identitas budaya dan kekuatan ekonomi baru bagi Sragen,” ujar Bupati Sragen, Sigit Pamungkas.

Editorial Team