Pemkot Semarang Serahkan Bisyaroh kepada 6.572 Warga Istimewa

Semarang, IDN Times - Pemerintah Kota Semarang memberikan bisyaroh atau hadiah kepada 6.572 warga istimewa yang berdedikasi di bidang pendidikan dan sosial. Mereka adalah para pegiat non formal dan layanan masyarakat.
1. Sudah berikan pelayanan tanpa status pegawai pemerintah

Para penerima manfaat itu meliputi 531 marbot masjid, FKDT 1.000 orang, Guru Sekolah Minggu 250 orang, 600 orang P2JS, 3.000 tenaga pengajar TPQ, 1.080 pengelola pos PAUD. Kemudian, 100 orang pengurus HIMPAUDI, serta tokoh agama dari berbagai latar belakang, termasuk pinandhita sebanyak 11 orang.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan, pemberian apresiasi bisyaroh ini sesuai dengan janji kampanyenya saat mengikuti Pilkada Serentak 2024 bersama Iswar Aminuddin.
"Ini sesuai dengan janji kami saat kampanye, yaitu memberikan berbagai bentuk dukungan kepada warga istimewa di Kota Semarang yang memberikan pelayanan tanpa status sebagai pegawai pemerintah,’’ katanya, Jumat (28/3/2025).
2. Dukung para pelayan masyarakat di bidang pendidikan dan sosial

Pada tahap ini, Pemkot Semarang baru bisa menyalurkan sebagian sesuai dengan anggaran murni 2025. Namun, pada perubahan anggaran nanti, dipastikan seluruh pegiat LPQ, marbot, dan guru madin yang telah didaftarkan akan menerima bisyaroh.
‘’Program ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Semarang dalam mendukung para pelayan masyarakat yang menjaga pendidikan dan nilai-nilai sosial di lingkungan masing-masing,’’ jelas Agustin.
Pada tahun 2025 ini, Pemkot Semarang menyerahkan bisyaroh dengan rincian bisyaroh guru TPQ, madin, sekolah minggu senilai Rp500 ribu per bulan, modin Rp1 juta per bulan, dan untuk marbot, Pos PAUD, Himpaudi, pinandita sebesar Rp300 ribu per bulan.
Dengan bertambahnya jumlah penerima bisyaroh tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya, pemkot berkomitmen untuk terus memperluas cakupan penerima manfaat di tahun-tahun mendatang.
3. Investasi SDM unggul sejak usia dini

Selain menyerahkan bisyaroh, Agustin juga menegaskan komitmennya dalam hal penguatan Pendidikan Anak Usia Dini. Dirinya selaku bunda PAUD Kota Semarang, menegaskan pentingnya investasi dalam SDM unggul sejak usia dini.
"Saya sudah meminta kepada tim TAPD dan Dinas terkait agar anggaran perubahan nantinya dapat dialokasikan untuk kegiatan PAUD, sehingga anak-anak bisa lebih mengenal Kota Semarang dan Indonesia dengan lebih baik," tandasnya.
Pemkot Semarang juga terus mengupayakan pembangunan rumah inspirasi bagi penyandang disabilitas di setiap kecamatan. Tahun 2025 ini, pembangunan dimulai di tiga kecamatan yakni Kecamatan Mijen, Semarang Barat dan Pedurungan serta selanjutnya, secara bertahap akan diselesaikan pembangunan di seluruh 16 kecamatan hingga tahun 2029.

















