Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Penduduk Miskin di Jateng Turun 175,74 Ribu, Ini Faktor Penyebabnya
Ilustrasi permukiman kumuh (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Semarang, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat penduduk miskin di Provinsi Jawa Tengah mengalami penurunan 0,54 persen antara September 2021 dibandingkan Maret 2021. Kini jumlah penduduk miskin sebanyak 3,93 juta jiwa atau 11,35 persen dari total jumlah penduduk di Jawa Tengah.

1. Penduduk miskin di perdesaan turun 114,51 ribu

Ilustrasi kemiskinan (ANTARA/Aprilio Akbar)

Kepala BPS Jawa Tengah, Adhi Wiriana mengatakan, jumlah penduduk miskin turun sekitar 0,54 persen atau 175,74 ribu orang. Jumlah penduduk miskin berkurang 114,51 ribu orang di wilayah perdesaan dan berkurang 61,34 ribu orang di wilayah perkotaan pada September 2021,’’ ungkapnya dalam siaran pers secara virtual, Senin (17/1/2022).

BPS mencatat jumlah penduduk miskin di perdesaan per September 2021 sebanyak 2,09 juta orang, sedangkan di perkotaan sebanyak 1,85 juta orang.

Kemudian, ada sejumlah faktor yang memengaruhi tingkat kemiskinan pada Maret 2021 dibandingkan September 2021, yakni terjadi pertumbuhan ekonomi sebesar 2,56 persen selama triwulan III 2020 dibandingkan triwulan III 2021. Angka ini jauh meningkat dibandingkan capaian triwulan III 2020 terhadap triwulan III 2019 yang terkontraksi 3,93 persen.

2. Konsumsi rumah tangga tumbuh 1,84 persen

Ilustrasi Transmart/Carrefour (IDN Times/Besse Fadhilah)

‘’Hal ini dapat dilihat saat pandemik melanda negeri ini banyak sektor-sektor yang terdampak PSBB atau PPKM, tapi di triwulan III 2021 mulai pulih kembali,’’ tutur Adhi.

Kemudian, pertumbuhan pengeluaran konsumsi rumah tangga pada PDRB juga meningkat. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada triwulan III 2021 tumbuh 1,84 persen. Ini menandakan bahwa masyarakat berani berbelanja.

3. Deflasi ikut sumbang penurunan kemiskinan

Default Image IDN

‘’Kemiskinan menurun juga karena ada deflasi. Pada Maret 2021 sejumlah komoditas makanan seperti telur dan cabai menurun harganya. Ini mengangkat masyarakat yang tadinya miskin menjadi tidak miskin,’’ ujarnya.

Selanjutnya, faktor-faktor lain yang menyebabkan penurunan kemiskinan adalah tingkat pengangguran terbuka terjadi penurunan. Selain itu, nilai tukar petani mengalami kenaikan, bantuan sosial pusat dan daerah berjalan dengan baik, dan rata-rata pengeluaran perkapita pada desil 1 dan desil 2 naik masing-masing 3,17 persen dan 3,25 persen.

Editorial Team

Related Article