Suasana di depan museum RA Kartini, Rembang. (IDN Times/Dhana Kencana)
Banyak masyarakat sering bingung mengapa Kartini yang berasal dari Jepara memiliki museum di Rembang. Alasannya, Kartini pindah ke Rembang sesudah menikah dengan Bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, pada tahun 1903. Museum ini berfokus pada kehidupan pribadi Kartini sebagai istri, ibu, hingga hari-hari terakhirnya.
Lokasi: Menempati bekas rumah dinas Bupati Rembang (Pendopo Kabupaten Rembang) yang menjadi tempat tinggal Kartini sesudah menikah. Di lokasi inilah beliau melahirkan putra satu-satunya, Soesalit, hingga akhirnya wafat pada tahun 1904 dan dimakamkan.
Fokus Koleksi: Barang-barang personal dan intim peninggalan Kartini. Pengunjung bisa melihat tempat tidur asli, meja rias, bak mandi (bathtub) keramik, mesin jahit, dan kotak jamu (bothekan). Terdapat juga ruang kamar tempat beliau wafat, tulisan tangan asli naskah "Kongso Adu Jago", serta berbagai lukisan karya Kartini sendiri.
Suasana: Terasa lebih emosional, hening, dan "hidup" karena pengunjung masuk langsung ke dalam rumah asli peninggalannya, menyajikan sejarah personal dan romansa tragis.