Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ekonomi Jateng Awal 2026 Tumbuh Pesat Berkat Mudik dan Investasi

Ekonomi Jateng Awal 2026 Tumbuh Pesat Berkat Mudik dan Investasi
Pembangunan pabrik di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah. (IDN Times/Dhana Kencana)
Intinya Sih
  • Ekonomi Jawa Tengah tumbuh 5,89 persen pada kuartal I 2026, melampaui rata-rata nasional berkat kuatnya belanja rumah tangga dan arus investasi di tengah ketidakpastian global.
  • Lonjakan konsumsi saat mudik Lebaran serta program Makan Bergizi Gratis mendorong sektor akomodasi dan kuliner tumbuh tinggi, sementara pengeluaran pemerintah naik untuk infrastruktur dan proyek strategis.
  • Sektor manufaktur tetap positif meski terganggu banjir yang hambat logistik, namun optimisme warga terjaga dengan Indeks Keyakinan Konsumen mencapai 116,52 pada Maret 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Semarang, IDN Times - Perekonomian Provinsi Jawa Tengah pada tiga bulan pertama (kuartal I) tahun 2026 menunjukkan kinerja yang memuaskan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi di wilayah itu mencapai 5,89 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Capaian ini melampaui rata-rata pertumbuhan di Pulau Jawa (5,79 persen) dan tingkat nasional (5,61 persen).

Terkait pencapaian ini, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M Noor Nugroho mengatakan, jika pertumbuhan ekonomi di Jateng tumbuh kuat di tengah peningkatan ketidakpastian global. Ia menambahkan, pertumbuhan tersebut tertolong oleh tingkat belanja rumah tangga dan masuknya aliran investasi.

1. Belanja lebaran dan program MBG

Ilustrasi MBG. (IDN Times/Tunggul Damarjati)
Ilustrasi MBG. (IDN Times/Tunggul Damarjati)

Belanja kebutuhan rumah tangga menjadi penyumbang terbesar bagi perekonomian di Jawa Tengah. Pertumbuhan belanja itu terdorong kuat oleh pergerakan warga saat musim mudik Lebaran Idulfitri 2026.

Selain itu, bisnis penyediaan tempat menginap serta makanan dan minuman juga mencatat lonjakan sangat tinggi, yaitu mencapai 14,14 persen. Beberapa penyebab utamanya di antaranya:

  • Peningkatan jumlah tamu hotel yang menginap selama musim liburan.
  • Tingginya pemenuhan kebutuhan makanan selama bulan Ramadan dan Idulfitri.
  • Faktor dorongan dari akselerasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menggerakkan usaha makanan lokal.

2. Pembangunan jalan dan fasilitas baru

IMG_20260513_104129.jpg
Ilustrasi kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat. (IDN Times/Imam Faishal)

Kinerja ekonomi juga ikut terangkat oleh pengeluaran pemerintah yang melonjak drastis hingga 19,36 persen. Anggaran itu banyak tersalurkan untuk perbaikan jalan raya di berbagai kabupaten atau kota, serta pembenahan infrastruktur pariwisata dalam rangka menyambut para pemudik.

Dari sisi penanaman modal atau investasi, sektor pembangunan (konstruksi) tumbuh pesat sebesar 11,91 persen. Laporan resmi Bank Indonesia mencatat sentimen positif dari sektor ini.

"Akselerasi Investasi didukung pembangunan pabrik di kawasan industri dan proyek strategis yang masih berlanjut," imbuh M Noor Nugroho.

Proyek penting yang dimaksud meliputi pendirian gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), hingga pembangunan Sekolah Rakyat.

3. Gangguan banjir pada pengiriman barang

Meski banyak sektor yang untung, kelompok usaha pengolahan barang di pabrik (industri manufaktur) mengalami sedikit hambatan. Sektor tersebut masih tumbuh positif sebesar 4,04 persen, namun laju pertumbuhannya sedikit melambat akibat bencana banjir di beberapa wilayah.

Bencana banjir itu mengganggu jalur logistik pengiriman barang, salah satunya membuat perjalanan kereta api di jalur pantai utara Jawa menjadi terhambat.

Di tengah hambatan cuaca tersebut, tingkat kepercayaan warga Jawa Tengah terhadap kondisi ekonomi terbukti sangat kokoh. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Andi Reina Sari H, mengonfirmasi hal itu.

"Optimisme konsumen terhadap perekonomian Jawa Tengah pada Maret 2026 tetap terjaga. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 116,52 yang berada pada level optimis (>100)," paparnya.

Ia menambahkan, warga merasa optimis karena mereka yakin dengan kondisi penghasilan saat ini, terbukanya lapangan kerja, dan kemampuan keuangan mereka untuk membeli barang kebutuhan yang tahan lama.

Share Article
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana

Latest News Jawa Tengah

See More