Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pertamina Siapkan 9.614 KL Avtur di Jateng-DIY untuk Haji 2026
Pengisian Avtur di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali. (Dok/Pertamina Patra Niaga)
  • Pertamina Patra Niaga menyiapkan 9.614 KL avtur di Jawa Tengah dan DIY untuk mendukung penerbangan haji 2026, bagian dari total lebih 80 ribu KL secara nasional.
  • Kebutuhan avtur di Bandara Adi Soemarmo turun sekitar 16 persen karena berkurangnya kloter, sementara Yogyakarta International Airport menjadi embarkasi baru dengan pasokan 3.614 KL.
  • Digitalisasi lewat sistem PADMA memungkinkan pemantauan real-time distribusi avtur, meningkatkan transparansi, efisiensi, serta akuntabilitas layanan bagi maskapai penyelenggara haji.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surakarta, IDN Times - PT Pertamina Patra Niaga memastikan kesiapan pasokan avtur untuk mendukung kelancaran penerbangan haji 2026. Di wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, total sebanyak 9.614 kilo liter (KL) avtur disiapkan untuk dua embarkasi, yakni Bandara Adi Soemarmo dan Yogyakarta International Airport.

Secara nasional, Pertamina menyiapkan lebih dari 80 ribu KL avtur untuk 14 embarkasi haji di seluruh Indonesia selama periode operasional haji 2026.

1. Fase penerbangan haji dibagi dua periode.

Calon jemaah haji asal Embarkasi Solo menunggu di Bandara Adi Soemarmo untuk diberangkatkan. (Dok/Istimewa)

Penerbangan haji 2026 terbagi dalam dua fase, yakni fase I pada 22 April hingga 21 Mei 2026 dan fase II pada 1 hingga 30 Juni 2026. Pada kedua fase tersebut, Pertamina Patra Niaga memastikan keandalan suplai energi penerbangan agar operasional berjalan lancar.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengatakan kesiapan ini didukung sistem rantai pasok terintegrasi dari hulu ke hilir.

“Pertamina memastikan keandalan suplai avtur di seluruh titik layanan penerbangan haji melalui sistem rantai pasok yang terintegrasi. Hal ini kami lakukan untuk menjamin kelancaran operasional penerbangan haji secara aman, tepat waktu, dan sesuai standar layanan,” ujarnya.

2. Kebutuhan Adi Soemarmo turun, YIA jadi embarkasi baru

Pengisian Avtur di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali. (Dok/Pertamina Patra Niaga)

Untuk embarkasi di Solo, kebutuhan avtur di Bandara Adi Soemarmo diproyeksikan mencapai sekitar 6.000 KL. Angka ini turun sekitar 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan tersebut dipengaruhi berkurangnya jumlah kloter, dari 188 kloter pada 2025 menjadi 160 kloter di 2026.

Sementara itu, Yogyakarta International Airport menjadi embarkasi baru pada musim haji tahun ini. Pertamina menyiapkan pasokan sekitar 3.614 KL untuk melayani 52 kloter jemaah haji.

3. Digitalisasi PADMA tingkatkan transparansi distribusi

Bandara Adi Soemarmo, Solo. (Dok/Angkasa Pura)

Dari sisi operasional, Pertamina Patra Niaga juga mengoptimalkan digitalisasi melalui sistem Pertamina Aviation Fuel Delivery Management (PADMA). Sistem ini memungkinkan monitoring pengisian hingga validasi transaksi dilakukan secara real-time.

PADMA turut mendukung distribusi avtur kepada maskapai penyelenggara haji seperti Garuda Indonesia dan Saudia.

“Implementasi ini meningkatkan transparansi, efisiensi, serta traceability distribusi avtur, sekaligus memperkuat prinsip Good Corporate Governance dan akuntabilitas layanan,” kata Taufiq.

Langkah ini menjadi bagian dari peran strategis Pertamina dalam memastikan layanan energi yang andal sekaligus mendukung kelancaran ibadah haji masyarakat Indonesia.

Editorial Team