Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ponpes Modern El-Fira di Purwokerto Padukan Pendidikan Islam dan Digitalisasi
Beberapa santri wanita di ponpes elfira Purwokerto mulai dikenalkan dengan teknologi juniosmart, Selasa (4/82026).(IDN Times/Ilustrasi/Cokie Sutrisno)
  • Ponpes Modern El-Fira di Purwokerto memadukan pendidikan agama, keterampilan hidup, kewirausahaan, dan digitalisasi untuk menyiapkan santri berilmu keislaman serta mampu membangun usaha berbasis syariah.
  • Kolaborasi dengan Junio Smart BRI memungkinkan orang tua memantau kehadiran, jadwal, nilai, dan aktivitas santri secara real time, sekaligus mendigitalisasi pembayaran serta administrasi pesantren.
  • Didirikan sekitar 2014, El-Fira mengembangkan kajian kitab kuning, hafalan Al-Qur'an, sosiopreneur, dan theopreneur, termasuk gagasan ekosistem riset berpendanaan zakat, infak, dan sedekah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Ponpes Modern El-Fira menggabungkan pendidikan Islam, kewirausahaan, keterampilan hidup, dan digitalisasi melalui kerja sama dengan platform Junio Smart BRI untuk pengelolaan akademik serta administrasi.
  • Who?
    Ponpes Modern El-Fira, Prof. Dr. KH. Fathul Aminuddin Aziz, integrator sistem BRI Berja Abdul Basit, santri, orang tua santri, dan Junio Smart BRI terlibat dalam penerapan sistem tersebut.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Pondok Pesantren Modern El-Fira atau El-Fira Hybrid, wilayah Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas.
  • When?
    Informasi mengenai pengembangan pendidikan dan digitalisasi ini disampaikan pada Selasa, 4 Agustus 2026. Pesantren El-Fira didirikan sekitar 2014.
  • Why?
    Program ini dijalankan untuk membekali santri dengan ilmu keislaman, kemampuan membangun usaha berbasis syariah, kemandirian ekonomi, serta pengelolaan pesantren yang modern dan transparan.
  • How?
    El-Fira menggunakan aplikasi web dan mobile Junio Smart BRI untuk absensi, jadwal, nilai, aktivitas santri, administrasi, serta pembayaran Virtual Account BRI yang tercatat otomatis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pesantren El-Fira di Purwokerto mengajar agama, hafalan Al-Qur'an, dan cara berjualan. Pesantren ini bekerja sama dengan Junio Smart BRI. Orang tua sekarang bisa melihat hadir, jadwal, nilai, dan kegiatan anak lewat aplikasi. Bayar sekolah juga bisa lewat aplikasi. El-Fira ingin anak pesantren pintar agama dan bisa punya usaha.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perpaduan pendidikan keislaman, kewirausahaan, dan pengelolaan digital di Ponpes El-Fira menunjukkan upaya membangun lingkungan belajar yang lebih terbuka dan terstruktur. Akses real time bagi orang tua serta pencatatan administrasi otomatis dapat memperkuat transparansi, sementara pendekatan sosiopreneur dan theopreneur memberi ruang bagi santri untuk mengembangkan kemandirian yang berorientasi pada kemanfaatan sosial.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Purwokerto, IDN Times – Pondok Pesantren Modern El-Fira (El-Fira Hybrid) di Purwokerto Utara menghadirkan konsep pendidikan Islam yang memadukan pembelajaran agama dengan penguatan keterampilan hidup, kewirausahaan, hingga digitalisasi. 

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggandeng platform Junio Smart BRI untuk mendukung pengelolaan akademik dan administrasi pesantren.

Kolaborasi tersebut memungkinkan orang tua memantau aktivitas santri secara langsung, sekaligus mempermudah sistem pembayaran dan administrasi berbasis digital.

1. Siapkan santri yang siap menghadapi tantangan zaman

Pengasuh Ponpes El Fira Prof. DR.Fathul Aminudin Aziz saat berbincang santai tentang ponpes elfira yang berharap para santrinya mampu menghadapi tantangan jaman, Selasa (4/8/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Pengasuh Ponpes El Fira Prof. DR.Fathul Aminudin Aziz, kepada IDN Times, Selasa (4/8/2026) mengatakan melalui perpaduan pendidikan agama, kewirausahaan, dan digitalisasi, Ponpes El-Fira berharap mampu melahirkan santri yang tidak hanya memiliki bekal ilmu keislaman, tetapi juga mampu membangun usaha berbasis syariah serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.

"Kolaborasi dengan Junio Smart BRI dinilai menjadi salah satu langkah menuju pesantren yang lebih modern, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,"katanya sambil berbincang santai.

Model pendidikan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pesantren lain dalam mengembangkan ekosistem pendidikan yang memperkuat kualitas spiritual sekaligus kemandirian ekonomi santri.

2. Junio Smart BRI bantu digitalisasi pengelolaan pesantren

integrator sistem BRI, Berja Abdul Basit (tengah) dan perwakilan BRI Majenang (pegang mic) sebut platform ini juga mengintegrasikan data absensi, administrasi, dan informasi akademik tanpa biaya tambahan untuk layanan pemeliharaan sistem, Selasa (4/8/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Untuk memperkuat transformasi digital, Ponpes El-Fira bekerja sama dengan Junio Smart BRI, sebuah platform manajemen sekolah yang dapat digunakan lembaga pendidikan mulai dari TK hingga SMA maupun pesantren.

Dalam presentasi implementasi, integrator sistem BRI, Berja Abdul Basit, menjelaskan bahwa platform tersebut dikembangkan sejak masa pandemi COVID-19 agar proses pembelajaran tetap berjalan secara efektif.

Melalui aplikasi berbasis web dan mobile itu, orang tua memperoleh akses untuk memantau kehadiran santri, jadwal pelajaran, nilai akademik, aktivitas harian, hingga profil santri secara real time.

Selain itu, pembayaran SPP maupun biaya pendidikan lainnya dilakukan menggunakan Virtual Account BRI sehingga transaksi tercatat otomatis dalam sistem. Pembayaran dapat dilakukan melalui teller, mobile banking, GoPay, maupun Flip.

"Platform ini juga mengintegrasikan data absensi, administrasi, dan informasi akademik tanpa biaya tambahan untuk layanan pemeliharaan sistem,"kata Basit.

3. Mengusung konsep pendidikan Islam berbasis sosiopreneur dan theopreneur

El Fira juga ingin mendorong lahirnya ekonomi produktif berbasis santri dengan sistem pengelolaan yang profesional dan berorientasi pada kemanfaatan sosial, Selasa (4/8/2026).(IDN Times/Ilustrasi/Cokie Sutrisno)

Ponpes El-Fira didirikan sekitar 2014 oleh Prof. Dr. KH. Fathul Aminuddin Aziz, MM, mengembangkan konsep pendidikan hybrid yang memadukan kajian kitab kuning, hafalan Al-Qur'an, serta pembelajaran kewirausahaan melalui pendekatan sosiopreneur dan theopreneur.

Menurut Prof Aziz kemajuan umat Islam membutuhkan penguatan riset dan pengembangan (research and development). Salah satu gagasan yang diangkat ialah membangun ekosistem riset yang didukung pendanaan zakat dan infaq sadaqah untuk menjawab persoalan persoalan keumatan.

Melalui konsep tersebut, El Fira juga ingin mendorong lahirnya ekonomi produktif berbasis santri dengan sistem pengelolaan yang profesional dan berorientasi pada kemanfaatan sosial.

Curated For You

Editorial Team

Related Article