Potret Banjir Demak Rendam 671 Hektare Sawah dan Ribuan Rumah

- Banjir melanda sembilan desa di Kabupaten Demak akibat curah hujan tinggi dan jebolnya tanggul Sungai Tuntang, merendam 671 hektare sawah serta ribuan rumah warga.
- Dampak terparah terjadi di Desa Trimulyo dan Sidoharjo dengan total 660 hektare lahan pertanian tergenang, sementara genangan air juga merusak fasilitas umum seperti sekolah dan tempat ibadah.
- Sebanyak 2.839 warga mengungsi, dan Pemkab Demak menyiapkan pendataan serta usulan bantuan benih padi bagi petani yang mengalami puso agar bisa menanam kembali.
Demak, IDN Times – Bencana banjir melanda sembilan desa di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Curah hujan tinggi mengakibatkan limpasan air Sungai Tuntang dan memicu tanggul jebol di sejumlah titik pada Jumat (3/4/2026) pagi. Peristiwa itu merendam ratusan hektare areal persawahan dan ribuan permukiman warga.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, Agus Sukiyono mengatakan, ketinggian genangan air di areal persawahan bervariasi. Secara total, banjir merendam areal sawah seluas 671 hektare.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Agus Herawan menyebutkan, dampak terparah berpusat di Desa Trimulyo dan Desa Sidoharjo. Luas lahan pertanian yang terendam di kedua desa tersebut mencapai 660 hektare. Usia tanaman padi yang tergenang berkisar pada 30 hari.
Agus Herawan mengeklaim, apabila terjadi gagal panen (puso), kerugian petani tidak terlalu besar karena statusnya belum ditanam.
Untuk diketahui, kerusakan tanggul Sungai Tuntang terjadi di dua wilayah. Yakni di Desa Trimulyo, tanggul jebol di tiga lokasi dengan panjang kerusakan mencapai 30 meter dan sekitar 10 meter. Kemudian, di Desa Sidoharjo, kerusakan terjadi di tiga titik dengan panjang masing-masing sekitar 15 meter.
Selain sektor pertanian, luapan banjir juga berdampak luas pada fasilitas umum dan tempat tinggal penduduk. Data BPBD mencatat air menggenangi 2.116 rumah warga, 29 tempat ibadah, serta 18 sekolah.
Dampak meluasnya banjir memaksa warga meninggalkan rumah untuk mencari tempat aman. Berdasarkan rekapitulasi data per Sabtu (4/4/2026), jumlah pengungsi mencapai 2.839 jiwa.
Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak terus mendata lahan sawah yang terdampak. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak juga berencana mengusulkan daftar petani yang mengalami puso agar mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat.
Skema serupa juga diterapkan pada lahan tanaman padi yang mengalami puso akibat bencana banjir sebelumnya. Melalui usulan tersebut, petani menerima bantuan benih padi untuk proses tanam kembali di area sawah masing-masing.


















