Program Manager Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Galuh Paskamagma. (IDN Times/Dhana Kencana)
Tembus ke panggung IFW 2026 jelas bukan pencapaian kaleng-kaleng karena ajang ini menerapkan proses kurasi yang sangat ketat. Lalu, apa yang membuat karya mereka bisa lolos standar nasional? Jawabannya ada pada metode pembelajaran mendalam (deep learning) yang didukung penuh oleh mitra mereka, Djarum Foundation.
Menurut Program Manager Djarum Foundation, Galuh Paskamagma, metode ini secara aktif menjembatani teori di kelas dengan praktik nyata dunia kerja. Para murid dibekali etos kerja yang kuat dan standar kualitas industri, sehingga karya yang dihasilkan bukan sekadar berstatus "lulus nilai sekolah", melainkan karya berdaya saing tinggi.
“Ini bisa terwujud karena kami menerapkan metode pembelajaran mendalam (deep learning). Kami menjembatani pembelajaran di kelas dengan praktik nyata dunia kerja, memastikan murid menguasai teknik sesuai kebutuhan industri, serta membangun etos kerja yang menjadi bekal murid dalam mendapatkan pekerjaan layak,” kata Galuh.
Kisah sukses koleksi "Akar Langit" ini menjadi bukti nyata bahwa lulusan pendidikan vokasi memiliki potensi tak terbatas. Dengan perpaduan antara kekayaan budaya Nusantara, inovasi desain yang relevan, dan sistem pendidikan berorientasi industri, anak muda Indonesia sangat mampu menjadi pemain utama di skena fashion modern.
Menurut kamu, kain tradisional dari daerah mana lagi nih yang bakal keren banget kalau disulap jadi outfit nongkrong kekinian? Share ide liar kamu di kolom komentar dan jangan lupa bagikan artikel ini ke circle pertemananmu yang butuh inspirasi, ya!