Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rahasia Kenapa Angin di Semarang Terasa Kencang dan Dingin Banget!
Suasana siang hari di daerah Semarang atas. (IDN Times/Dhana Kencana)
  • Angin kencang di Semarang belakangan ini murni dipicu oleh pergerakan aktif Monsun Australia yang membawa massa udara kering.

  • Perbedaan tekanan udara yang tajam antara wilayah daratan dan perairan Laut Jawa membuat embusan angin melaju semakin kencang.

  • Fenomena meteorologis ini turut membawa efek bediding yang membuat suhu pada malam hingga pagi hari terasa lebih dingin menusuk tulang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Belakangan ini, terasa tidak sih kalau embusan angin di luar rumah sedang kencang-kencangnya? Tidak sekadar membuat jemuran cepat kering atau debu beterbangan, suhu udaranya pun mendadak terasa lebih dingin dari biasanya.

Ternyata, fenomena cuaca yang melanda kawasan pesisir (Semarang Bawah) hingga area dataran tinggi (Semarang Atas) ini bukan tanpa alasan. Menurut catatan Stasiun Meteorologi Ahmad Yani BMKG Semarang, ada dua faktor alam utama yang menjadi dalang di balik kencangnya tiupan angin ini.

Yuk, bedah penjelasan ilmiahnya!

Dominasi Monsun Australia dan Munculnya Efek Bediding

Cuaca berawan di Kota Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)

Saat ini, wilayah Jawa Tengah sedang memasuki puncak musim kemarau. Pada periode krusial ini, pergerakan udara sangat dipengaruhi oleh Monsun Australia yang sedang aktif-aktifnya bertiup dari arah Timur hingga Tenggara.

Karakteristik monsun ini adalah membawa massa udara kering dan angin yang sangat kuat, sehingga wajar jika embusannya terasa kencang menerpa wajah. Menariknya lagi, pergerakan angin ini juga memicu terjadinya efek bediding, yaitu kondisi alamiah di mana suhu udara di Semarang menurun drastis menjadi sangat dingin dan menusuk, terutama ketika malam tiba hingga menjelang pagi hari.

Gradien Tekanan Udara Ekstrem Antara Daratan dan Lautan

Cuaca panas di Kota Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)

Selain pengaruh kuat monsun dari arah Selatan, kencangnya angin juga dipicu oleh gradien tekanan udara yang sangat tajam. Secara meteorologis, sedang terjadi perbedaan tekanan udara yang cukup drastis antara wilayah daratan Jawa dan perairan Laut Jawa.

Hukum fisika alamnya sangat sederhana: semakin besar selisih atau perbedaan tekanan udara di kedua wilayah tersebut, maka kecepatan angin permukaan yang tersedot akan meningkat secara signifikan. Tarikan tekanan inilah yang menjadi alasan logis mengapa embusan angin di area pesisir laut maupun di kawasan perbukitan kota berembus dengan kekuatan yang sama-sama maksimal.

Cuaca berawan di atas Gereja Blenduk Kawasan Kota Lama Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)

Jadi, fenomena angin kencang yang belakangan rajin menyapa kawasan Semarang merupakan hasil dinamika cuaca alamiah dari pergerakan monsun tahunan dan ketimpangan tekanan udara. Pastikan selalu sedia jaket tebal dan menjaga kondisi tubuh agar tidak mudah masuk angin.

Yuk, sampaikan laporan pandangan mata mengenai kondisi cuaca di daerah tempat tinggal kamu melalui kolom komentar dan share informasi meteorologi ini ke grup keluarga agar semuanya tetap waspada!

Curated For You

Editorial Team

Related Article