Pernah nggak merasa sudah memberikan tenaga maksimal buat perusahaan, jarang ambil cuti, selalu fast response di grup, tapi yang didapat justru rasa lelah luar biasa? Ironisnya, di saat kamu sedang mati-matian mengejar target harian, rekan kerja yang santai dan biasa-biasa saja malah terlihat jauh lebih bahagia.
Kenyataan pahitnya nih, dunia kerja sering kali menghukum si rajin dengan lebih banyak pekerjaan. Dalam ilmu psikologi industri, fenomena ini dikenal sebagai Paradoks Karyawan Teladan. Burnout yang kamu alami bukan terjadi karena kamu nggak jago mengatur waktu, melainkan akibat energi yang terkuras habis namun tak sebanding dengan apresiasi.
Yuk, bedah alasan ilmiah kenapa si "paling rajin" justru jadi orang pertama yang tumbang!
