Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rekaman CCTV Diduga Polisi Tembak GRO di Semarang, Tak Ada Tawuran
Video rekaman CCTV berisi aksi penembakan polisi Aipda RZ ke siswa SMK Negeri 4 Semarang berinisial GRO di depan minimarket di Jalan Candi Penataran Raya, Kelurahan Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang pada Minggu (24/11/2024) sekitar pukul 00.19 WIB. (IDN Times/bt)

Semarang, IDN Times - Video rekaman CCTV berisi aksi penembakan yang diduga dilakukan Aipda Robig Zainudin ke siswa SMK Negeri 4 Semarang berinisial GRO beredar, Senin (2/12/2024). 

Keluarga GRO sudah memegang video rekaman CCTV tersebut. Selain itu, video tersebut juga sudah viral di media sosial. 

Dalam video rekaman CCTV berdurasi 41 detik itu, tampak seorang lelaki yang diduga Aipda Robig memakai helm warna gelap, atasan warna terang dan bawahan warna gelap mengendarai sepeda motor matik berhenti di tepi lalu beranjak di tengah jalan. Pria tersebut turun dari kendaraan lalu berjalan ke tengah jalan dan menembakkan senjata api ke pengguna jalan.

Kemudian, ia menaiki sepeda motor dan kembali terjatuh dari atas motor, sebelum tancap gas ke arah tiga sepeda motor yang saat itu melaju.

Adapun, lokasi kejadian adalah di depan minimarket di Jalan Candi Penataran Raya, Kelurahan Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang pada Minggu (24/11/2024) sekitar pukul 00.19 WIB. 

Pada video itu, tidak terlihat tawuran antar gangster atau kelompok remaja, sebagaimana narasi yang disampaikan pihak kepolisian baik itu Polrestabes Semarang maupun Polda Jawa Tengah

Dalam kejadian itu, pengguna jalan yang menjadi korban penembakan adalah GRO dan dua temannya berinisial (A) dan (S). Penembakan yang dilakukan itulah yang diduga menewaskan GRO siswa kelas XI Teknik Mesin SMK Negeri 4 Semarang. 

Sementara, salah satu keluarga yang tidak mau disebut namanya mengatakan, sudah sejak awal merasa janggal dengan kematian GRO yang disebut terlibat tawuran. Mereka pun juga terus mencari bukti atas kejadian yang menewaskan GRO.

Terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto mengatakan, penyidik akan menilai video rekaman CCTV tersebut.

“Mari kita ikuti bersama, dan tentunya dalam proses penyidikan kan tidak semua proses kita vulgar kita sampaikan ke umum. Nanti silakan ikuti sidangnya, di sidang nanti terbuka akan ada penjelasan, ada hakim, saksi maupun terdakwa yang hadir, transparan sekali,” katanya di Mapolda Jateng, Senin (2/12/2024). 

Editorial Team

Related Article