Rusak Bergelombang, Jalan Citarum Semarang Mau Dibeton Permanen

- Pemerintah Kota Semarang akan membeton permanen Jalan Citarum yang rusak bergelombang karena dinilai membahayakan pengendara, terutama saat jam sibuk.
- Proyek perbaikan kini masuk tahap administrasi lelang oleh Dinas Pekerjaan Umum, dengan metode betonisasi untuk memperkuat struktur jalan arteri sekunder tersebut.
- Tingginya volume kendaraan di kawasan padat Semarang Timur mempercepat kerusakan jalan, sehingga betonisasi diharapkan meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna.
Semarang, IDN Times - Kerusakan jalan paving yang bergelombang di Jalan Citarum, Kota Semarang akan segera diperbaiki melalui proyek betonisasi. Pemerintah Kota Semarang melakukan upaya tersebut karena ruas jalan arteri sekunder itu dinilai membahayakan pengendara, terutama saat jam sibuk.
1. Kondisi jalan bergelombang

Ruas Jalan Citarum yang berada di wilayah Kelurahan Mlatibaru, Kecamatan Semarang Timur, selama ini menjadi jalur utama keluar masuk kawasan Central Business District (CBD). Tingginya volume kendaraan yang melintas membuat kondisi jalan bergelombang di sejumlah titik semakin dikeluhkan masyarakat.
Meski secara kasat mata permukaan jalan terlihat cukup baik, namun pada beberapa bagian ditemukan penurunan badan jalan yang memicu gelombang cukup tinggi. Kondisi itu disebut berpotensi mengganggu konsentrasi pengendara roda dua hingga memicu kecelakaan lalu lintas.
2. Masuki tahapan administrasi lelang

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto mengatakan, proses perbaikan Jalan Citarum kini telah memasuki tahapan administrasi lelang.
“Sekarang tahapannya baru masuk lelang Bagian Pengadaan Barang dan Jasa atau PBJ. Nantinya jalan tersebut akan dilakukan betonisasi,” ujarnya, Minggu (17/5/2026).
Betonisasi dipilih sebagai metode penanganan untuk memperkuat struktur jalan yang selama ini menerima beban kendaraan cukup tinggi setiap hari. Jalan dengan lebar sekitar delapan meter itu diketahui menjadi penghubung kawasan permukiman padat, pertokoan, sekolah, rumah sakit hingga area komersial di Semarang Timur.
3. Arus kendaraan yang padat percepat penurunan jalan

Arus kendaraan yang padat, terutama pada pagi dan sore hari, disebut menjadi salah satu faktor yang mempercepat penurunan kualitas permukaan jalan. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah titik jalan mengalami gelombang yang cukup tajam.
Menurut Suwarto, perbaikan dilakukan agar kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan dapat ditingkatkan. Betonisasi juga diharapkan mampu memberikan daya tahan lebih lama dibandingkan lapisan aspal sebelumnya.
“Karena volume kendaraan di kawasan itu cukup tinggi, maka penanganannya dipersiapkan dengan betonisasi supaya lebih kuat,” pungkasnya.



















