Kisah Penjual Es Marem Bertekad Keluar Zona Nyaman Demi Naik Kelas

- Program Gadepreneur 2026 dari PT Pegadaian diikuti 360 peserta UMKM terpilih dari 4.800 pendaftar, bertujuan mendukung pengembangan usaha mikro hingga menengah di seluruh Indonesia.
- Puput Anggraeni, penjual es marem asal Semarang, mengikuti pelatihan untuk memperbarui strategi promosi dan kemasan produknya agar bisa keluar dari zona nyaman serta meningkatkan daya saing usahanya.
- Gadepreneur membekali peserta dengan literasi bisnis, digitalisasi, dan standarisasi produk agar UMKM mampu naik kelas serta memperluas akses pasar sesuai perkembangan ekonomi terkini.
Semarang, IDN Times - Sejumlah UMKM wilayah Semarang dan sekitarnya mengikuti pelatihan kewirausahaan yang diadakan PT Pegadaian. Pelatihan bernama Gadeprenuer 2026 ini sudah masuk tahun keempat sejak pertama kali digelar pada 2023 sebagai dukungan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Tahun ini Gadepreneur diikuti oleh 360 peserta terpilih dari total 4.800 pendaftar yang tersebar di 12 kantor wilayah Pegadaian di seluruh Indonesia.
Bahkan, seorang penjual es marem Bu Ning Jagalan Semarang, Puput Anggraeni, antusias ikut pelatihan tersebut.
“Saya mengikuti Gadepreneur karena ingin memajukan usaha, meningkatkan penjualan, dan menaikkan kelas usaha saya,” ujar Puput.
Table of Content
Penjual es marem Jagalan Semarang kepengin berinovasi

Menurutnya, materi yang paling berkesan adalah mengenai pentingnya menjaga tekstur, harga, dan kualitas produk kuliner agar tetap mampu bersaing di pasar.
Puput juga termotivasi untuk melakukan berbagai perubahan dalam pengelolaan usahanya, mulai dari pembaruan strategi promosi hingga rebranding kemasan produk.
Ia ingin keluar dari zona nyaman dengan melakukan berbagai gebrakan biar es maremnya makin laris.
“Selama ini saya berada di zona nyaman karena usaha ini sudah dikelola keluarga sejak lama. Setelah mengikuti Gadepreneur, saya merasa harus melakukan perubahan, memperbarui kemasan, dan lebih aktif memperkenalkan produk,” kata Puput.
Dapat wawasan tambahan dari para mentor

Ia mengapresiasi para mentor yang memberikan pembinaan selama kegiatan berlangsung.
“Materi dari mentor sangat luar biasa dan membuka wawasan saya. Semoga ilmu yang diberikan bisa saya terapkan untuk mengembangkan usaha ke depan,” ungkapnya.
Gadeprenuer diharapkan bisa memacu UMKM naik kelas

Anwar Yusuf, Deputy Area Semarang Perwakilan PT Pegadaian Kanwil XI Semarang menjelaskan Gadepreneur berkembang dari tahun ke tahun dari sisi jumlah peserta maupun materi pelatihan yang diberikan.
“Tujuan utama Gadepreneur memberikan pelatihan bisnis bagi para pelaku UMKM, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas. Peserta berasal dari berbagai bidang usaha seperti kuliner, fashion, craft, dan jenis usaha lainnya,” ujarnya Jumat (15/6/2026).
Ia menambahkan, Gadepreneur 2026 menghadirkan sejumlah pembaruan. Salah satunya pengembangan variasi usaha peserta yang semakin luas serta materi pelatihan yang lebih relevan dengan kondisi bisnis dan ekonomi saat ini.
“Materi yang disampaikan tahun ini lebih beragam dan disesuaikan dengan perkembangan kondisi makro ekonomi. Harapannya, para pelaku UMKM mampu terus berkembang dan naik kelas di masa mendatang,” jelasnya.
Dibekali literasi dan standar digitalisasi UMKM

Pemimpin Wilayah Kanwil XI Semarang M Aries Aviani Nugroho menyampaikan Gadepreneur dirancang untuk membekali UMKM dengan literasi bisnis, standarisasi produk, digitalisasi agar UMKM dapat mengelola keuangan, produk-produk yang dihasilkan memiliki daya saing kualitas.
Ia bilang bahwa Gadepreneur sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kemajuan UMKM, ujar aries
Antusiasme peserta juga mengalami peningkatan signifikan sejak pertama kali program ini digelar. Jika pada tahun 2023 jumlah peserta masih berada di angka ratusan, kini jumlah peserta yang lolos seleksi mencapai 360 orang.
“Hal ini menunjukkan bahwa para pelaku UMKM memiliki semangat besar untuk terus berkembang dan menjadi pahlawan ekonomi di daerah masing-masing,” tambahnya.
Adapun kriteria UMKM yang dapat mengikuti program ini diutamakan bagi usaha padat karya yang memiliki nilai ekonomi signifikan, mampu memberdayakan masyarakat, serta memiliki potensi pengembangan usaha yang baik. Selain itu, skala usaha peserta juga dibatasi dengan nilai produksi maksimal Rp15 miliar.
“Program ini masih akan berlanjut dengan sesi kopdar dan rebranding yang nantinya akan diseleksi menjadi 24 pelaku UMKM terbaik. Kami berharap Gadepreneur dapat terus berlanjut sebagai bagian dari komitmen Pegadaian dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tuturnya.



















