Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sejarah dan Panduan Tradisi Semaan Al-Qur'an Masjid Kauman Semarang
Sejumlah warga membaca Al Quran saat mengikuti semaan Al Quran atau pengajian tafsir Al Quran di Masjid Agung Kauman Semarang, Jawa Tengah, Minggu (1/3/2026). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
  • Tradisi Semaan Al-Qur’an di Masjid Agung Kauman Semarang telah berlangsung puluhan tahun setiap Ramadan, menarik ribuan jemaah dari berbagai daerah untuk memperdalam pemahaman dan bacaan Al-Qur’an.
  • Kegiatan ini diwariskan oleh tiga generasi ulama besar, dimulai dari K.H. Abdullah Umar Al-Hafidz hingga kini dipimpin K.H. Hanief Ismail bersama para hafiz penerus tradisi tersebut.
  • Semaan berlangsung gratis setiap hari dari 1–26 Ramadan setelah Zuhur, dengan panduan praktis bagi jemaah baru serta akses mudah melalui BRT Trans Semarang menuju Halte Pasar Johar atau Balaikota.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Tradisi pengajian dan kajian tafsir atau yang lebih dikenal dengan sebutan Semaan di Masjid Agung Kauman Semarang merupakan kegiatan rutin yang telah berlangsung selama puluhan tahun setiap bulan Ramadan. Kegiatan tersebut menjadi daya tarik spiritual bagi ribuan jemaah, baik dari dalam Kota Semarang maupun daerah sekitar seperti Kendal, Demak, dan Purwodadi.

Berikut adalah ulasan lengkap mengenai sejarah, pelaksanaan, hingga panduan transportasi untuk mengikuti tradisi Semaan di Masjid Agung Kauman Semarang.

Sejarah dan Estafet Kepemimpinan Ulama

Warga membaca Al Quran saat mengikuti semaan Al Quran atau pengajian tafsir Al Quran di Masjid Agung Kauman Semarang, Jawa Tengah, Minggu (1/3/2026). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Tradisi Semaan Al-Qur'an di Masjid Agung Kauman merupakan warisan spiritual yang dijaga oleh tiga generasi ulama besar.

  1. Awal Mula: Tradisi ini diinisiasi pada era 1950-an (beberapa sumber menyebut 1970-an) oleh K.H. Abdullah Umar Al-Hafidz, seorang ulama ahli Al-Qur'an asal Kudus yang juga pengasuh Pondok Pesantren Tahafudzul Qur'an sekaligus Imam Besar Masjid Agung Kauman.

  2. Generasi Kedua: Setelah K.H. Abdullah Umar wafat, kepemimpinan diteruskan oleh murid sekaligus menantunya, K.H. Ahmad Naqib Nur Al-Hafidz. Di bawah bimbingan beliau, jumlah jemaah melonjak drastis. Gaya ceramahnya yang lugas dan diselingi humor khas membuat jemaah merasa nyaman menyimak kajian hingga asar tiba.

  3. Generasi Ketiga: Pasca-wafatnya Kiai Ahmad Naqib pada tahun 2021, tradisi tetap dilestarikan. Saat ini, Semaan dipimpin oleh Ketua Takmir K.H. Hanief Ismail bersama para hafiz lainnya, termasuk K.H. Ahmad Hakim yang merupakan putra dari penerus sebelumnya.

Rangkaian Semaan rutin berakhir pada 26 Ramadan. Pada tanggal 27 Ramadan, jemaah secara kolektif akan melakukan ziarah ke makam sang pendiri tradisi, K.H. Abdullah Umar, di Kabupaten Kendal.

Panduan Mengikuti Semaan bagi Jemaah Baru

Sejumlah warga membaca Al Quran saat mengikuti semaan Al Quran atau pengajian tafsir Al Quran di Masjid Agung Kauman Semarang, Jawa Tengah, Minggu (1/3/2026). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Kegiatan ini sangat terbuka bagi warga lokal maupun pendatang tanpa memerlukan pendaftaran resmi.

Tujuan utamanya adalah memperdalam pemahaman kandungan Al-Qur'an, memperbaiki bacaan (tajwid dan makhraj), serta mempererat silaturahmi spiritual. Bahkan, terdapat jemaah yang rela menabung selama 11 bulan agar bisa libur bekerja penuh selama Ramadan demi mengikuti kegiatan ini.

Sejumlah warga membaca Al Quran saat mengikuti semaan Al Quran atau pengajian tafsir Al Quran di Masjid Agung Kauman Semarang, Jawa Tengah, Minggu (1/3/2026). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Bagi jemaah yang ingin berpartisipasi, perhatikan panduan praktis berikut:

  • Waktu dan Lokasi: Dilaksanakan setiap hari pada hari ke-1 hingga ke-26 Ramadan, mulai setelah salat Zuhur (sekitar pukul 13.00 WIB) hingga menjelang asar. Lokasinya berada di area serambi atau ruang utama Masjid Agung Kauman Semarang (dekat Pasar Johar).

  • Alur Kegiatan: Jemaah disarankan datang sebelum salat Zuhur untuk mendapatkan posisi duduk yang nyaman mengingat jumlah peserta yang mencapai ribuan. Area duduk jemaah laki-laki dan perempuan dipisah. Kiai akan memimpin pembacaan satu juz Al-Qur'an per hari, diselingi dengan pengulasan makna, tafsir, serta tanya jawab persoalan hukum Islam.

  • Persiapan: Jemaah sangat disarankan membawa mushaf Al-Qur'an sendiri, buku catatan untuk merangkum poin tafsir, serta mengenakan pakaian sopan dan nyaman untuk duduk bersila dalam waktu lama (sekitar 2–3 jam).

  • Biaya dan Fasilitas: Kegiatan ini sepenuhnya gratis. Jemaah yang membawa kendaraan pribadi hanya perlu menyiapkan biaya parkir sekitar Rp3.000. Bagi yang berhalangan hadir secara fisik, pengajian sering disiarkan langsung melalui saluran YouTube Masjid Agung Kauman Semarang.

Rute Transportasi Umum (BRT Trans Semarang)

Sejumlah warga membaca Al Quran saat mengikuti semaan Al Quran atau pengajian tafsir Al Quran di Masjid Agung Kauman Semarang, Jawa Tengah, Minggu (1/3/2026). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Karena lokasinya yang strategis di pusat kota, Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang menjadi moda transportasi umum terbaik untuk menuju lokasi.

Titik turun terdekat adalah Halte Pasar Johar atau Halte Balaikota Semarang, dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 5–10 menit menuju masjid.

Berikut rute berdasarkan titik keberangkatan:

  • Dari Stasiun Tawang / Kota Lama: Naik Koridor 4 (Terminal Cangkiran–Stasiun Tawang) atau Koridor 2 (Terboyo–Sisemut), lalu turun di Halte Pasar Johar.

  • Dari Stasiun Poncol: Naik Koridor 3B atau berjalan kaki ke arah Jl. Pemuda untuk menaiki koridor apa pun yang melewati Halte Balaikota.

  • Dari Simpang Lima: Naik Koridor 1 (Mangkang–Penggaron) atau Koridor 8, lalu turun di Halte Balaikota. Perjalanan dapat disambung dengan angkot jurusan Johar atau berjalan kaki.

  • Dari Terminal Penggaron / Mangkang: Naik Koridor 1 dan turun di Halte Pasar Johar atau Halte Balaikota.

Sejumlah warga membaca Al Quran saat mengikuti semaan Al Quran atau pengajian tafsir Al Quran di Masjid Agung Kauman Semarang, Jawa Tengah, Minggu (1/3/2026). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Informasi Operasional BRT: Tarif perjalanan dipatok sebesar Rp3.500 (nontunai), Rp4.000 (tunai), dan Rp1.000 (pelajar/mahasiswa/lansia).

Jam operasional dimulai pukul 05.30 hingga 18.30 WIB.

Khusus untuk mengikuti Semaan zuhur, jemaah disarankan sudah berada di dalam bus maksimal pukul 12.00 WIB. Aplikasi seperti Moovit atau Google Maps dengan fitur "Transit" dapat dimanfaatkan untuk memantau posisi bus secara real-time.

Editorial Team