Semarang Jadi Anggota Aliansi Kota Jalur Sutra Maritim, Ini Misinya

- Kota Semarang resmi bergabung dalam City Alliance Maritime Silk Road (CAMSR) untuk memperkuat kerja sama internasional.
- Penandatanganan dokumen keanggotaan dilakukan di Ruang VIP Wali Kota Semarang, Kamis (15/5/2025) malam.
- Keikutsertaan Kota Semarang dalam CAMSR merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto untuk memperkuat kerja sama internasional, khususnya dengan Tiongkok dalam bidang budaya, pendidikan, dan ekonomi.
Semarang, IDN Times - Kota Semarang resmi bergabung dalam City Alliance Maritime Silk Road (CAMSR). Adapun, salah satu misinya untuk memperkuat kerja sama internasional, khususnya dengan Tiongkok.
1. Bermanfaat untuk promosi wisata

Penandatanganan dokumen keanggotaan dilakukan di Ruang VIP Wali Kota Semarang, Kamis (15/5/2025) malam. Penandatanganan dokumen keanggotaan CAMSR sekaligus penyerahan dokumen disaksikan langsung oleh Atase Kebudayaan Kedutaan Besar Tiongkok (China) untuk Indonesia, Wang Si Ping dan delegasi Pemerintah Kota Guangzhou, Liu Xiaoming beserta rombongan.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menyampaikan, bahwa keikutsertaan Kota Semarang dalam CAMSR merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto untuk memperkuat kerja sama internasional, khususnya dengan Tiongkok dalam bidang budaya, pendidikan, dan ekonomi.
“Bergabungnya Kota Semarang dalam CAMSR akan memberikan manfaat besar, mulai dari pelestarian budaya, promosi wisata, hingga pertukaran pengetahuan. Ini adalah langkah konkret dalam memperkaya pengalaman dan jejaring global Semarang,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Sabtu (17/5/2025).
Lebih lanjut, melalui program ini dirinya berharap akan menjadikan Kota Semarang semakin kaya dan berpengalaman dalam proses pelestarian budaya.
2. Hanya 2 kota di Indonesia sebagai anggota CAMSR

Untuk diketahui, CAMSR merupakan aliansi kota-kota yang memiliki keterkaitan sejarah dengan Jalur Sutra Maritim dan saat ini beranggotakan 35 kota. Kota-kota yang menjadi anggota sebagian besar dari Tiongkok.
Dengan bergabungnya Kota Semarang di CAMSR ini, Indonesia kini memiliki dua kota anggota, setelah sebelumnya Cirebon lebih dulu bergabung pada 2024.
Pada delegasi Tiongkok dan tamu undangan yang hadir, Agustin menjelaskan kekayaan bangunan bersejarah yang dimiliki Kota Semarang. Kekayaan bangunan, budaya serta keindahan alam ini sekaligus menjadi kekuatan Kota Semarang dalam CAMSR yang diharapkan dapat dikenang sebagai kota yang ingin terus dikunjungi.
Sementara, Atase Kebudayaan Kedutaan Besar Tiongkok (China) untuk Indonesia, Wang Si Ping menyampaikan, kegembiraannya bisa berkunjung ke Semarang untuk pertama kalinya.
3. Semarang kota penuh sejarah

“Saya merasa tenang dan nyaman di kota ini. Semarang adalah kota penuh sejarah dan keramahan, sangat cocok dikunjungi wisatawan Tiongkok,” ujarnya.
Kunjungan ini, lanjut dia, adalah wujud nyata dari kesepahaman antara Presiden Xi Jinping dan Presiden Prabowo yang berkomitmen mempererat hubungan bilateral kedua negara.
Setelah banyak mendengar cerita dan sejarah Kota Semarang, Wang ingin memanfaatkan kunjungan pertamanya di Kota Semarang untuk semakin mempelajari budaya, sejarah dan memahami penduduk dan kehidupan di Ibu Kota Jawa Tengah. Ia mengaku senang, kota bersejarah kuno seperti Semarang, Cirebon pada program CAMSR dan mengembangkan jalur maritim untuk kemajuan kedua negara yang lebih baik ke depan.
Keikutsertaan Kota Semarang dalam CAMSR memegang peranan penting dalam sejarah Jalur Sutra Maritim. Kota ini merupakan salah satu pelabuhan utama dalam pelayaran Laksamana Cheng Ho.
Warisan budaya Tionghoa-Indonesia masih hidup hingga kini, tercermin dari keberadaan Klenteng Sam Poo Kong dan Tay Kak Sie, serta penyelenggaraan Festival Sam Poo yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional Indonesia.