Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Semarang Night Carnival 2026 Libatkan 15 Negara, Dijamin Spektakuler!
Ilustrasi Semarang Night Carnival dalam rangka rayakan HUT Kota Semarang. (dok. Pemkot Semarang)
  • Semarang Night Carnival 2026 akan digelar pada 2 Mei sebagai puncak HUT ke-479 Kota Semarang, melibatkan peserta dari 15 negara dengan kemungkinan jumlah terus bertambah.
  • Sebanyak 650 peserta termasuk 55 perwakilan internasional dan komunitas lokal akan tampil dalam parade budaya yang menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata RI.
  • Mengusung tema 'Miracle of Recycle', pawai dimulai dari Balai Kota hingga Simpang Lima, menampilkan kreativitas daur ulang serta semangat toleransi dan keberagaman warga Semarang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Gelaran Semarang Night Carnival (SNC) 2026 akan menjadi puncak perayaan HUT ke-479 Kota Semarang pada Sabtu (2/5/2026). Ajang parade kostum spektakuler ini akan melibatkan peserta dari 15 negara yang siap menampilkan identitas budaya mereka di sepanjang rute protokol Kota Semarang.

1. Jumlah peserta akan terus bertambah

Ilustrasi Semarang Night Carnival dalam rangka rayakan HUT Kota Semarang. (dok. Pemkot Semarang)

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan, jumlah negara peserta masih sangat mungkin bertambah mengingat proses konfirmasi dari beberapa delegasi negara lain masih terus berjalan.

“Data per Kamis (23/4/2026) ini mencatat sudah ada setidaknya 15 negara yang mengkonfirmasi kehadiran, mulai dari Inggris, Perancis, Belanda, Jepang, hingga perwakilan Afrika seperti Ghana, Sierra Leone, Libya. Kami melihat animo yang sangat luar biasa tahun ini, sehingga tidak menutup kemungkinan jumlah negara peserta akan terus bertambah hingga mendekati hari pelaksanaan,” terangnya.

Para peserta mancanegara yang mayoritas merupakan pelajar program pertukaran budaya ini akan berparade dalam satu defile khusus. Mereka dijadwalkan mengenakan kostum nasional asal negara masing-masing sambil membawa bendera kebangsaan sebagai simbol identitas negara yang bersangkutan.

2. Keterlibatan anak muda dari berbagai negara

Ilustrasi Semarang Night Carnival dalam rangka rayakan HUT Kota Semarang. (dok. Pemkot Semarang)

Agustina menjelaskan, keterlibatan anak muda dari berbagai belahan dunia ini memberikan warna baru yang memperkuat semangat keberagaman di Kota Semarang.

“Sebanyak 55 peserta internasional ini akan bergabung dengan ratusan peserta lokal lainnya sebagai bagian dari misi diplomasi budaya yang kuat. Melalui SNC, kita tunjukkan bahwa seni bisa menjadi jembatan persaudaraan tanpa memandang batas wilayah negara,” katanya.

Secara keseluruhan, SNC 2026 akan melibatkan sekitar 650 peserta yang mencakup defile komunitas SNC, barisan Akpol, delegasi dari berbagai daerah di Indonesia, hingga defile luar negeri. Agustina menekankan bahwa kualitas penyelenggaraan tahun ini semakin meningkat seiring dengan terpilihnya SNC dalam jajaran 125 event unggulan nasional.

“Tahun ini SNC resmi masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) dari Kementerian Pariwisata RI. Status ini menjadi jaminan bahwa suguhan yang kita berikan memiliki standar kualitas nasional. Kami mengundang seluruh masyarakat untuk datang dan menyaksikan harmoni kreativitas ini di sepanjang jalan protokol,” terangnya.

3. Usung tema ‘Miracle of Recycle’

Ilustrasi Semarang Night Carnival dalam rangka rayakan HUT Kota Semarang. (dok. Pemkot Semarang)

Pawai yang mengusung tema "Miracle of Recycle" tersebut akan dimulai dari Balai Kota Semarang di Jalan Pemuda pada pukul 18.30 WIB. Iring-iringan kemudian akan melintasi landmark Tugu Muda dan Jalan Pandanaran hingga mencapai garis finish di Lapangan Pancasila Simpang Lima.

Agustina berharap kemeriahan ini dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat sekaligus wisatawan yang berkunjung ke Kota Semarang.

“Mari kita jadikan SNC sebagai panggung kebanggaan warga kota Semarang. Kita tunjukkan keramahan kita sebagai tuan rumah yang inklusif agar para tamu dari berbagai negara ini membawa kesan positif tentang keindahan toleransi di kota kita saat kembali ke negara asalnya,” pungkasnya.

Editorial Team