Telkomsel dan IGI Jateng Latih Guru Hadapi Era AI dan Koding

Semarang, IDN Times - Telkomsel terus mendukung digitalisasi pendidikan di Indonesia. Bersama Ikatan Guru Indonesia (IGI) Jawa Tengah, perusahaan telekomunikasi itu menggelar Seminar dan Pelatihan “Bakti Telkomsel untuk Negeri” di Gedung Telkom, Jalan Pahlawan, Semarang. Fokus kegiatan adalah membekali guru dengan keterampilan Pembelajaran Mendalam (PM), Koding, dan Kecerdasan Artifisial (AI), sejalan dengan program prioritas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Acara tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemun, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Dr. Sadimin, Ketua Umum IGI Danang Hidayatullah, serta Ketua IGI Jateng Joko Susila. Tak kurang dari ratusan kepala sekolah dan perwakilan guru dari berbagai daerah di Jawa Tengah ikut serta.
General Manager Mobile Consumer Business Region Jateng & DIY, Gamada mengatakan, teknologi kini bukan lagi sekadar pelengkap.
“Teknologi informasi dan komunikasi saat ini sudah menjadi bagian penting dalam proses belajar mengajar. Kami berharap dapat membantu mendigitalisasi pendidikan di Jawa Tengah, sehingga siswa dan sekolah lebih siap menghadapi masa depan,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (28/8/2025).
Pada kesempatan itu, Telkomsel juga memperkenalkan Skul.id, sebuah platform digital yang menyediakan fitur untuk mempermudah interaksi guru dan siswa, mulai dari manajemen pembelajaran hingga pengelolaan materi ajar.
Telkomsel memastikan program itu hanya langkah awal. Setelah Semarang, pelatihan akan digelar di 10 titik lain di Jawa Tengah. Antara lain Tegal, Grobogan, Magelang, Kendal, Purworejo, Wonosobo, Pekalongan, Batang, Blora, dan Pati. Pelatihan akan dilakukan secara offline dan online, agar menjangkau lebih banyak guru, termasuk yang berada di daerah.
Lewat program “Bakti Telkomsel untuk Negeri”, lanjut Gamada, pihaknya berharap guru mampu bertransformasi menjadi pemimpin pembelajaran, bukan sekadar pengajar. Dengan bekal keterampilan Pembelajaran Mendalam, Koding, dan AI, guru diharapkan dapat menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, adaptif, dan sesuai kebutuhan generasi masa depan.
“Kami ingin guru tidak hanya melek digital, tetapi juga mampu memimpin transformasi pembelajaran di sekolah,” pungkas Gamada.