Semarang, IDN Times - Manajemen RSUP dr Kariadi Semarang mengungkapkan pencairan uang tunjangan hari raya (THR) Idulfitri 1446 Hijriyah mengalami pengurangan ketimbang kondisi sebelumnya. Pasalnya, pihak Kemenkes sedang melakukan efisiensi sehingga berdampak terhadap jumlah THR yang diterima tiap pegawai dan tenaga kesehatan (nakes).
Berdasarkan keterangan dari tim Humas RSUP dr Kariadi Semarang, pemangkasan THR yang diterima tiap nakes dan pegawai rata-rata sebanyak 30 persen.
Pemotongan THR juga dialami setiap lini kepegawaian yang ada di rumah sakitnya.
"THR sudah kami terima antara tanggal 17 dan 18 (Maret) kemarin. Yang kami terima THR-nya sudah dipangkas 30 persen. Karena ada penyesuaian dari kementerian," kata salah satu sumber IDN Times dari tim Humas RSUP dr Kariadi, Jumat (21/3/2025).
Lebih lanjut lagi, menurut sumber yang sama kebijakan pemotongan THR saat ini sedang dikonfirmasi oleh sejumlah pegawai ke jajaran manajemen RSUP Kariadi. Kendati begitu, pihak manajemen belum memberikan jawaban karena belum ada pejabat yang bisa dimintai pertanggungjawaban.
"Kita sudah coba komunikasi dengan manajemen tapi memang belum ada respon. Dari pihak kami memang sudah tahu kalau persoalan ini rame sekali dibahas di media sosial," ungkapnya.
Disinggung respon masing-masing pegawai dan nakes terkait pemotongan THR, pihaknya berkata tanggapan mereka bervariasi.
Ada yang komplain karena bertanya-tanya kenapa THR dipangkas tanpa adanya surat pemberitahuan.
Namun ada juga yang berusaha langsung mengonfirmasi kepada jajaran direksi dan bagian keuangan rumah sakit.
"Yang di medsos itu kita udah tahu bagaimana ramenya, Mas. Selain nakes, kami dari bagian Humas juga mengalami kondisi yang sama," paparnya.
Disinggung apakah pemangkasan THR berkaitan dengan aturan efisiensi anggaran, pihaknya tidak menampiknya. Akan tetapi semua keputusan RSUP Kariadi berdasarkan kebijakan yang diambil oleh Kemenkes. "Yang lebih paham kementerian. Mungkin ada efisiensi," ujarnya.
