Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tragedi KM 368 Tol Batang, Saat Lajur Kanan Jadi Jebakan Maut Pemudik

Tragedi KM 368 Tol Batang, Saat Lajur Kanan Jadi Jebakan Maut Pemudik
ilustrasi kecelakaan mobil (pixabay.com/NettoFigueiredo)
Intinya Sih
  • Kecelakaan maut di Tol Batang-Semarang KM 368 melibatkan Mitsubishi Xpander asal Bekasi dan Bus PO 27 Trans, menewaskan ayah dan anak saat kondisi jalan lurus serta cuaca cerah.
  • Kasat Lantas Polres Batang menjelaskan kecelakaan terjadi karena pengemudi Xpander diduga mengantuk dan menabrak bus yang berhenti darurat di lajur kanan akibat gangguan mesin.
  • Pihak kepolisian mengingatkan bahaya lajur kanan tol dengan kecepatan tinggi serta pentingnya beristirahat di rest area untuk mencegah kecelakaan akibat kelelahan atau kantuk.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Batang, IDN Times – Sebuah peringatan keras bagi pemudik yang gemar memacu kendaraan di lajur cepat. Kecelakaan maut melibatkan Mitsubishi Xpander asal Bekasi dengan Bus PO 27 Trans terjadi di ruas Tol Batang-Semarang KM 368 B, Desa Kedawung, Kamis (19/3/2026). Insiden ini merenggut nyawa ayah dan anak di tengah kondisi jalan yang lurus dan cuaca cerah.

Kasat Lantas Polres Batang, AKP Eka Hendra Ardiansyah, mengungkapkan bahwa kecelakaan ini menjadi potret fatalnya kehilangan konsentrasi di lajur paling kanan.

Berbeda dengan kecelakaan di bahu jalan kiri, insiden ini terjadi saat mobil Xpander bernomor polisi B 2135 KZI melaju kencang di lajur kanan menuju Semarang. Naas, di depannya terdapat Bus PO 27 Trans yang sedang berhenti darurat akibat gangguan mesin.

"Diduga pengemudi mengantuk sehingga tidak sempat bereaksi menghindari bus yang berhenti di depannya. Benturan keras di lajur cepat ini mengakibatkan fatalitas tinggi," jelas AKP Eka Hendra.

Akibat hantaman tersebut, sang pengemudi, Andi Endarto (48), meninggal dunia di RSI Kendal akibat luka dalam di bagian dada. Putranya, Athaya Riski (16), juga mengembuskan napas terakhir setelah mengalami cedera kepala berat.

Sementara itu, dua anggota keluarga lainnya, Dian Arianta (48) yang mengalami patah kaki dan Ariya Satya (13), kini tengah berjuang dalam perawatan intensif di rumah sakit yang sama.

Kepolisian mengingatkan bahwa lajur kanan tol memiliki risiko paling tinggi karena kecepatan rata-rata kendaraan yang sangat besar. "Kondisi jalan beton yang baik seringkali membuat pengemudi terlena dan memaksakan diri meski sudah lelah," tambah Kasat Lantas.

Bagi pemudik, diingatkan kembali bahwa rest area adalah satu-satunya solusi saat kantuk menyerang. Menunda istirahat demi mengejar waktu tempuh bisa berakhir dengan hilangnya nyawa dalam hitungan detik.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More