Semarang, IDN Times - Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KP2KKN) Jawa Tengah menyoroti rentetan penangkapan para bupati di Jawa Tengah oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pasalnya, hanya dalam waktu dua bulan, tiga bupati terkena OTT KPK. Di bulan Februari 2026 kemarin, Bupati Pati Sudewo ditangkap KPK karena terlibat suap jual beli jabatan kades.
Tak lama, awal Maret Bupati Pekalongan Fadia Arafiq giliran ditangkap KPK karena diduga terlibat suap proyek. Kemudian Jumat (13/3/2026), secara mengejutkan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman ditangkap KPK saat rapat bersama sekda Cilacap dan pejabat eselon Pemkab Cilacap.
Sekretaris Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KP2KKN) Jawa Tengah Ronny Maryanto menegaskan adanya penangkapan tiga bupati tersebut menjadi bukti bahwa sistem birokrasi yang berjalan di Pemprov Jateng tergolong labil.
"Kita menyayangkan jelang akhir Ramadan ada OTT lagi. Karena gubernur jateng sudah sempat mewanti-wanti kalau jangan terjadi lagi korupsi. Tapi faktanya muncul lagi korupsi di Kabupaten Pekalongan. Ini jadi bukti kalau apa yang dilakukan Pemerintah Provinsi masih labil. Kami menduga perilaku bupati walikota juga sudah menyimpang," ujar Ronny saat dikontak wartawan, Jumat (15/3/2026).
