Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Walikota Targetkan Solo Jadi Kota Paling Toleran di Indonesia
Walikota Solo Respati Ardi. (Dok/ Istimewa)
  • Wali Kota Respati Ardi menegaskan komitmen menjadikan Surakarta sebagai kota paling toleran di Indonesia setelah hasil Indeks Kota Toleran 2025 menempatkan Solo di peringkat ke-12.
  • Pemerintah Kota Surakarta menjamin kebebasan beribadah bagi seluruh warga, menyediakan fasilitas dan dukungan untuk kegiatan keagamaan demi menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman.
  • Pemkot Solo berencana menggelar program lintas agama seperti festival Waisak guna memperkuat citra kota toleran dan meningkatkan peringkat dalam indeks toleransi nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surakarta, IDN Times - Wali Kota Respati Ardi menegaskan komitmennya untuk menjadikan Surakarta sebagai kota paling toleran di Indonesia. Hal ini disampaikan menyusul hasil kajian Setara Institute yang menempatkan Solo di peringkat 12 dalam Indeks Kota Toleran (IKT) 2025.

Menurut Respati, capaian tersebut bukan menjadi alasan berpuas diri, melainkan dorongan untuk terus berbenah demi meningkatkan kualitas toleransi dan ketertiban umum di Kota Bengawan.

1. Hasil Kajian Jadi Cambuk Perbaikan

Walikota Solo Respati Ardi saat memberi penjelasan kepada para wartawan di Gedung Gradhika Bakti Praja Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Respati menilai hasil Indeks Kota Toleran dari Setara Institute menjadi motivasi bagi pemerintah kota untuk terus meningkatkan kinerja. Ia menekankan bahwa toleransi adalah prinsip utama dalam menjaga kondusivitas masyarakat.

“Toleransi di Kota Solo itu harga mati bagi kami, ketertiban umum itu harga mati bagi kami. Hasil kajian Setara Institute ini menjadi motivasi dan tidak menjadikan kita patah semangat. Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin menjadikan Kota Solo sebagai kota toleran. Maka dari itu, kami akan selalu berbenah supaya tahun depan kita bisa mendapatkan hasil yang lebih baik,” kata Respati, Jumat (24/4/2026).

2. Jamin Kebebasan Beribadah Warga

Masjid Sheikh Zayed Solo (IDN Times/Fatma Roisatin)

Pemerintah Kota Surakarta memastikan setiap warga dapat menjalankan ibadah sesuai keyakinannya masing-masing. Dukungan juga diberikan dalam bentuk fasilitas serta pendampingan kegiatan keagamaan.

Respati menegaskan bahwa kebebasan beragama menjadi bagian penting dalam menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Solo.

“Nanti ketika kita akan ada kegiatan festival di Hari Raya Waisak. Ini bukti bahwa kami menjamin kebebasan beribadah dan atensi dengan event-event keagaman,” tuturnya.

3. Optimistis Perkuat Citra Kota Toleran

Walikota Solo, Respati Ardi. (IDN Times/Larasati Rey)

Ke depan, Pemkot Solo akan terus menghadirkan berbagai program dan kegiatan lintas agama, termasuk festival keagamaan seperti perayaan Hari Raya Waisak. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat citra Solo sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai keberagaman.

Respati optimistis, dengan upaya berkelanjutan tersebut, Solo dapat meningkatkan peringkatnya sekaligus menjadi contoh kota toleran di Indonesia.

Ia menegaskan, komitmen terhadap toleransi bukan sekadar target, melainkan nilai yang harus terus dijaga demi menciptakan kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis.

Editorial Team