Semarang, IDN Times – Musim kemarau bukan sekadar membuat udara terasa lebih panas dan tenggorokan cepat kering. Sebab, dari balik cuaca terik dan udara kering, ada sejumlah risiko kesehatan yang bisa meningkat, mulai dari dehidrasi, penyakit akibat nyamuk, paparan panas, hingga gangguan akibat kualitas udara.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang mengingatkan warga agar tidak menunggu sakit untuk mulai beradaptasi dengan kondisi kemarau. Dalam materi edukasi yang dibagikan, warga diminta memperhatikan tujuh hal penting untuk menjaga kesehatan sekaligus lingkungan selama musim kemarau. Apa saja itu, simak penjelasan dari Dinkes Kota Semarang berikut.
