Ilustrasi tarian Bedhaya Anglir Mendung Pura Mangkunegara. (IDN Times/Larasati Rey)
Acara peringatan kenaikan tahta Gusti Mangkunegatan X atau lebih dikenal dengan Gusti Bhre tersebut dihadiri sejumlah tamu undangan.
Tamu yang telah hadir yakni Raja Keraton Solo Pakubuwono (PB) XIII, bersama permaisuri dan putra mahkota KGPH Purbaya. Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu (GKBRAy) Adipati Paku Alam X bersama putra mahkota BPH Kusumo Bimantoro, dari Keraton Yogyakarta hadir KPH Notonegoro bersama GKR Hayu.
Tarian Tarian Bedhaya Anglir Mendung Pura Mangkunegara (Dok. IDN Media)
Tak hanya tamu kerajaan, hadir pula putra dari Prabowo Subianto dan Titiek Soeharto yakni Didit Hediprastyo, aktor Nicolas Saputra, artis Marini Soerjosoemarno, dan putrinya Shelomita Sulistiany.
Tamu dari pemerintahan terdapat Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka, Anggota DPR RI Aria Bima, Nina Akbar Tanjung, putri Puan Maharani Pinka Hapsari, dan Dirut KAI Didiek Hartanyo.
Puncak acara ditandai dengan penampilan tarian Bedaya Anglir Mendung Langen Praja Mangkunegaran. Tarian sakral yang ditarikan oleh 7 orang penari tersebut menjadi pusat perhatian para tamu undangan, pasalnya tarian tersebut hanya ditarikan saat acara prosesi adat Jumenengan semata.