Comscore Tracker

Peringatan BPBD, Waspada Angin Kencang di Banjarnegara Hingga November

Rentan terjadi wilayah dataran tinggi

Banjarnegara, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara mengimbau warga di wilayah Kabupaten Banjarnegara mewaspadai terjadinya angin kencang hingga beberapa hari ke depan.

Sebelumnya, Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhi mengimbau warga untuk mewaspadai potensi angin kencang di Jawa Tengah termasuk di wilayah Banjarnegara khususnya wilayah dataran tinggi.

Baca Juga: Hutan di Banjarnegara Terbakar, Bupati Tetapkan Tanggap Darurat

1. Masyarakat Banjarnegara yang tinggal di dataran tinggi diimbau waspada terjadinya angin kencang

Peringatan BPBD, Waspada Angin Kencang di Banjarnegara Hingga NovemberDok.BNPB

"Warga Banjarnegara terutama yang berada di wilayah dataran tinggi diimbau untuk mewaspadai angin kencang," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banjarnegara, Arief Rahman, Senin dilansir dari Antara.

Tim BPBD Banjarnegara menurutnya terus meningkatkan kewaspadaan terhadap kejadian angin kencang. "Kami meningkatkan kewaspadaan terhadap adanya potensi angin kencang hingga 3 November 2019," katanya.

2. Warga diminta memangkas ranting pohon yang berdekatan dengan rumah

Peringatan BPBD, Waspada Angin Kencang di Banjarnegara Hingga NovemberDokumentasi pribadi penulis

Potensi terjadinya angin kencang BPBD juga mengingatkan warga untuk melakukan pemangkasan pohon yang rawan tumbang guna mengantisipasi kejadian angin kencang.

Ia menambahkan, warga juga diminta memangkas ranting pohon yang berdekatan dengan rumah atau tiang listrik guna menghindari hal yang tidak diinginkan.

Pohon yang rawan tumbang, kata dia, biasanya pohon dengan ketinggian di atas 10 meter dan sudah berusia tua yang ditandai dengan batang yang mulai keropos.

3. Angin kencang pengaruh monsun Australia

Peringatan BPBD, Waspada Angin Kencang di Banjarnegara Hingga NovemberDok.BNPB

Baca Juga: Darurat Bencana Angin Kencang, 2.682 Warga Magelang Mengungsi

Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhi mengimbau warga untuk mewaspadai potensi angin kencang di Banjarnegara khususnya wilayah dataran tinggi.

Ia menjelaskan, berdasarkan analisis BMKG, kejadian angin kencang secara umum disebabkan masih adanya pengaruh monsun Australia hingga saat ini.

"Selain itu ada massa udara dari arah Timur – Tenggara yang mengalir kuat melewati wilayah Jawa Tengah, imbasnya adalah wilayah Jateng Bagian Selatan hingga Jawa Tengah bagian Tengah mengalami angin yang kencang," katanya.

Ia menambahkan, faktor adanya lereng hingga puncak pegunungan Dieng, Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Ungaran, Gunung Slamet sangat berpengaruh terhadap kecepatan angin.

"Sehingga kecepatan angin di sisi Selatan gunung atau pegunungan tersebut kecepatan anginnya lebih tinggi dibanding sisi Utara dari Gunung atau pegunungan tersebut," katanya.

4. Potensi hujan di Banjarnegara masih rendah

Peringatan BPBD, Waspada Angin Kencang di Banjarnegara Hingga NovemberANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa potensi hujan di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, masih rendah dan belum merata.

"Potensi hujan masih rendah, dengan curah hujan di bawah 50 milimeter dan belum merata, dalam arti ada wilayah yang berpotensi hujan dan ada yang belum," kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhie di Banjarnegara, Selasa.

Prakiraan awal musim hujan di Banjarnegara pada umumnya mundur sekitar dua dasarian dari rata-rata. "Kecuali wilayah Banjarnegara bagian Timur Laut diprakirakan sama dengan rata-ratanya dan Banjarnegara bagian Barat Daya mundur satu dasarian dari rata-ratanya," katanya.

BMKG juga memprakirakan bahwa puncak musim hujan di Banjarnegara akan berlangsung pada bulan Januari 2020 mendatang.

"Puncak musim hujan diprakirakan berlangsung pada bulan Januari untuk itu masyarakat diminta mewaspadai cuaca ekstrem mendekati puncak musim hujan nantinya," katanya.

Baca Juga: Sejumlah Daerah Dihantam Angin Kencang, Ternyata Ini Penyebabnya

Topic:

  • Bandot Arywono

Berita Terkini Lainnya