Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jalan Putus Akibat Longsor, BPBD Temanggung Antar Jemput Siswa ke Sekolah

Ilustrasi BPBD Lebak (Antaranews)
Ilustrasi BPBD Lebak (Antaranews)
Intinya sih...
  • Longsor di Temanggung memutus akses jalan antar-desa di Gemawang, mengganggu mobilitas warga dan pembelajaran siswa.
  • BPBD Kabupaten Temanggung melakukan antar-jemput siswa SD Negeri 2 Gemawang dengan dua armada yang telah dimodifikasi demi keamanan dan kenyamanan.
  • Pemulihan akses jalan antar-desa di Gemawang yang terputus total dilakukan dengan percepatan menggunakan alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Temanggung.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Temanggung, IDN Times - Longsor yang terjadi di di Dusun Seseh, Desa Ngadisepi,Kecamatan Gemawang, Temanggung Jumat (2/1/2026) mengakibatkan putusnya akses jalan antar-desa di Gemawang. Akibatnya mobilitas warga menjadi terganggu termasuk pembelajaran siswa.

Kepala SD Negeri 2 Gemawang Lasyuri mengatakan akibat terputusnya akses jalan sebagian besar siswa tidak bisa mengikuti pembelajaran di sekolah. Lasyuri mengatakan sekitar 50 persen dari total 101 siswa sekolahnya berasal dari Dusun Seseh yang terdampak akibat putusnya akses jalan.Kondisi tersebut sempat memaksa sekolah melaksanakan pembelajaran daring selama dua hari.

"Siswa terpaksa melaksanakan pembelajaran daring selama dua hari," katanya. Rabu (7/1/2026) akhirnya siswa bisa kembali berangkat sekolah. Dengan dibantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, yang melakukan antar-jemput siswa SD Negeri 2 Gemawang. Pengantaran anak-anak sekolah dari Desa Ngadisepi dan Kemiriombo

Sebanyak 50 siswa diangkut menggunakan dua armada yang telah dimodifikasi demi keamanan dan kenyamanan, terutama untuk mengantisipasi hujan. Armada menempuh rute memutar sejauh kurang lebih 14 kilometer dan akan beroperasi selama 2-3 minggu sampai akses jalan darurat baru selesai dibangun.

"Alhamdulillah, hari ini anak-anak bisa kembali belajar tatap muka. Kami sangat mengapresiasi respon cepat dari BPBD, Dinas Pendidikan, PGRI, dan semua pihak yang peduli," katanya.

Ia menjelaskan jam pembelajaran sementara disesuaikan menjadi pukul 08.00 hingga 11.00 WIB, karena akses jalan yang harus memutar dan intensitas hujan yang masih tinggi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Totok Nursetyanto mengatakan antar jemput siswa merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Temanggung setelah rapat koordinasi dengan dinas terkait, kecamatan, dan pemerintah desa.

"Longsor ini menyebabkan akses jalan darurat terputus total. Karena itu BPBD Temanggung melaksanakan penjemputan dan pengantaran anak-anak sekolah dari Desa Ngadisepi dan Kemiriombo, agar mereka tetap bisa bersekolah seperti biasa," katanya.

Bupati Temanggung, Agus Setyawan menginstruksikan percepatan pemulihan akses jalan antar-desa di Gemawang yang terputus total. Akibat bencana tanah longsor jalur darurat yang menghubungkan Desa Ngadisepi, Desa Kemiriombo, dan Desa Gemawang terputus.

Menurut Agus dua alat berat berupa backhoe dan alat pemadat material dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Temanggung telah dikerahkan ke lokasi untuk mempercepat pengerjaan trase jalan di Dusun Seseh, Desa Ngadisepi, atau ruas Jalan Dalangan-Gemawang agar segera berfungsi.

"Aktivitas sekolah terganggu, begitu pula denyut ekonomi harian warga, karena jalur transportasi utama terputus total. Saya pastikan pembenahan trase jalan yang melintasi Jembatan Seseh dipercepat agar segera bisa dilalui," katanya.

Kepala Dinas PUPR Temanggung Hendy Wahyu Nurhidayat menjelaskan bahwa trase jalan baru di Seseh dirancang sebagai solusi permanen menggantikan jalur darurat yang kerap longsor sejak 2019 dan 2022.

Sejauh ini pihaknya telah menyelesaikan pembebasan lahan dan pembangunan jembatan baru Seseh pada ruas Dalangan-Gemawang senilai Rp700 juta. Namun kendala anggaran membuat pembangunan lanjutan harus bergantung pada dukungan pemerintah pusat.

Pihaknya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah mengajukan permohonan bantuan kepada BNPB, yang kini dalam tahap tindak lanjut hasil kajian teknis dari Badan Geologi Kementerian ESDM serta uji Detail Engineering Design (DED) dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY.

"Sambil menunggu proses di pusat, jalur darurat justru terputus total akibat cuaca ekstrem. Selain itu kami juga akan memperbaiki saluran irigasi Gondang yang juga terputus akibat longsor dengan penanganan sementara, yakni pipanisasi sepanjang kurang lebih 50 meter," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

Pegadaian Sering Sosialisasi via TikTok, Nasabah Gen Z Naik 116 Persen

08 Jan 2026, 10:06 WIBNews