Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ilustrasi pengangguran. Dok. Istimewa/IDN Times
  • Pada Agustus 2026, Jawa Tengah memiliki 1,04 juta penganggur dengan TPT 4,65 persen, turun tipis dari 4,66 persen setahun sebelumnya.

  • Pengangguran lebih tinggi di perkotaan, laki-laki mencatat TPT 4,85 persen. Brebes tertinggi 8,55 persen, sedangkan Wonogiri terendah 2,25 persen.

  • Pertanian menjadi penyerap tenaga kerja terbesar, diikuti industri dan perdagangan. Pekerja informal mendominasi 59,47 persen, sementara proporsi pekerja formal turun menjadi 40,53 persen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Agustus 2025

TPT Jawa Tengah tercatat 4,66 persen. Jumlah angkatan kerja, penduduk bekerja, dan proporsi pekerja formal menjadi pembanding untuk tahun berikutnya.

Agustus 2026

Jumlah pengangguran Jawa Tengah mencapai 1,04 juta orang dan TPT turun menjadi 4,65 persen. Brebes mencatat TPT tertinggi 8,55 persen, sementara Wonogiri terendah 2,25 persen. Pertanian menjadi sektor penyerap tenaga kerja terbesar.

Kamis (5/11/2026)

Kepala BPS Jawa Tengah Ali Said menyampaikan hasil Sakernas Agustus 2026 melalui siaran pers daring.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Jumlah pengangguran di Jawa Tengah mencapai 1,04 juta orang pada Agustus 2026. Tingkat Pengangguran Terbuka tercatat 4,65 persen, turun 0,01 poin persentase dibandingkan Agustus 2025.
  • Who?
    BPS Jawa Tengah mencatat 22,39 juta penduduk sebagai angkatan kerja, terdiri dari 21,35 juta orang bekerja dan 1,04 juta orang menganggur. Kepala BPS Jawa Tengah Ali Said menyampaikan hasil Sakernas.
  • Where?
    Data mencakup Jawa Tengah. Kabupaten Brebes mencatat TPT tertinggi sebesar 8,55 persen, sedangkan Kabupaten Wonogiri terendah sebesar 2,25 persen. TPT perkotaan 5,21 persen dan perdesaan 3,83 persen.
  • When?
    Pengukuran ketenagakerjaan dilakukan pada Agustus 2026 melalui Sakernas. Ali Said menyampaikan data tersebut dalam siaran pers daring pada Kamis, 5 November 2026.
  • Why?
    Proporsi pekerja formal turun menjadi 40,53 persen, terutama didorong berkurangnya pekerja berstatus berusaha dengan bantuan buruh tetap atau dibayar. Penyebab lain perubahan pengangguran per wilayah masih belum ada keterangan resmi.
  • How?
    BPS menghitung TPT dari Sakernas terhadap penduduk usia kerja 30,35 juta orang. Pertanian menyerap tenaga kerja terbesar, 26,02 persen, diikuti industri 21,12 persen dan perdagangan besar-eceran 16,51 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Jawa Tengah, ada 1,04 juta orang yang belum punya kerja pada Agustus 2026. Angka pengangguran sedikit turun jadi 4,65 persen. Banyak orang bekerja di kebun dan sawah, pabrik, serta toko. Brebes punya pengangguran paling banyak, sedangkan Wonogiri paling sedikit. Di kota, orang yang belum bekerja lebih banyak daripada di desa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penurunan tipis TPT Jawa Tengah menjadi 4,65 persen mencerminkan perbaikan yang terjadi di sebagian besar daerah, dengan 19 kabupaten/kota mencatat penurunan pengangguran. Bertambahnya penduduk bekerja juga menunjukkan kapasitas pasar kerja tetap berkembang, ditopang penyerapan besar dari sektor pertanian, industri, serta perdagangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Jumlah pengangguran di Jawa Tengah mencapai 1,04 juta orang pada Agustus 2026. Meski demikian, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di provinsi ini tercatat turun tipis menjadi 4,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,66 persen.

1. Jumlah angkatan kerja bertambah 51.870 orang

Kepala BPS Jawa Tengah, Ali Said. (IDN Times/bt)

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, Ali Said mengatakan, bahwa hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2026 mencatat jumlah penduduk usia kerja di Jawa Tengah mencapai 30,35 juta orang. Angka tersebut bertambah 513.790 orang dibandingkan Agustus 2025.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 22,39 juta orang masuk kategori angkatan kerja. Rinciannya, 21,35 juta orang telah bekerja dan 1,04 juta orang masih menganggur. Sementara itu, sebanyak 7,96 juta orang termasuk bukan angkatan kerja.

Dibandingkan Agustus 2025, jumlah angkatan kerja bertambah 51.870 orang. Jumlah penduduk bekerja juga meningkat 50.700 orang, sedangkan jumlah pengangguran bertambah sekitar 1.170 orang.

“Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional pada Agustus 2026, tingkat pengangguran terbuka atau TPT untuk Provinsi Jawa Tengah tercatat sebesar 4,65 persen dengan jumlah pengangguran sebanyak 1,04 juta orang,” ungkapnya dalam siaran pers secara daring, Kamis (5/11/2026).

2. Pengangguran di perkotaan lebih besar

Pemerintah kabupaten kediri melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kediri menggelar pembukaan Bursa Kerja atau Jobfair tahun 2022 di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG) (16/11) (Dok. Pemkab Kediri)

Ali menjelaskan, TPT laki-laki di Jawa Tengah pada Agustus 2026 mencapai 4,85 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan TPT perempuan yang sebesar 4,38 persen.

Jika dibandingkan dengan Agustus 2025, TPT laki-laki mengalami kenaikan, sedangkan TPT perempuan justru menurun.

Berdasarkan wilayah tempat tinggal, tingkat pengangguran di perkotaan juga lebih tinggi dibandingkan perdesaan. TPT perkotaan tercatat sebesar 5,21 persen, sedangkan perdesaan sebesar 3,83 persen.

Sementara itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Jawa Tengah turun 0,60 poin persentase, dari 74,36 persen pada Agustus 2025 menjadi 73,76 persen pada Agustus 2026.

TPAK laki-laki tercatat sebesar 85,56 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan perempuan yang sebesar 61,98 persen. Meski demikian, TPAK laki-laki mengalami kenaikan 0,20 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya.

3. Pertanian jadi penyerap tenaga kerja terbesar

ilustrasi kegiatan pertanian (pexels.com/setengah lima sore)

Dari sisi lapangan usaha, pertanian menjadi sektor dengan penyerapan tenaga kerja terbesar di Jawa Tengah. Pada Agustus 2026, sektor ini menyerap 26,02 persen tenaga kerja.

Posisi berikutnya ditempati industri dengan kontribusi penyerapan sebesar 21,12 persen. Sementara itu, sektor perdagangan besar dan eceran menyerap 16,51 persen tenaga kerja.

Berdasarkan status pekerjaan, sebanyak 37,82 persen penduduk bekerja berstatus sebagai buruh, karyawan, atau pegawai. Adapun, pekerja dengan status berusaha dibantu buruh tetap atau dibayar tercatat sebesar 2,71 persen.

Jika dikelompokkan berdasarkan jenis kegiatan, pekerja informal masih mendominasi struktur ketenagakerjaan Jawa Tengah. Proporsinya mencapai 59,47 persen, sedangkan pekerja formal sebesar 40,53 persen.

“Proporsi pekerja formal mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut terutama didorong oleh berkurangnya pekerja dengan status berusaha dibantu buruh tetap atau dibayar,” terang Ali.

4. Brebes catat TPT tertinggi di Jateng

Sejumlah pencari kerja melihat lowongan kerja yang tertempel di papan pengumuman saat berlangsungnya bursa kerja di Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (23/11/2024). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/Spt.

Sementara, jika dilihat berdasarkan kabupaten/kota, Kabupaten Brebes mencatat TPT tertinggi di Jawa Tengah pada Agustus 2026, yakni sebesar 8,55 persen.

Sementara itu, TPT terendah tercatat di Kabupaten Wonogiri sebesar 2,25 persen.

Secara keseluruhan, kondisi ketenagakerjaan di sebagian besar wilayah menunjukkan perbaikan. BPS mencatat TPT mengalami penurunan di 19 kabupaten/kota, sedangkan 16 kabupaten/kota lainnya mengalami kenaikan dibandingkan Agustus 2025.

Ali menambahkan, pada Agustus 2026 sekitar 74 dari setiap 100 penduduk usia kerja di Jawa Tengah merupakan angkatan kerja. TPT tercatat sebesar 4,65 persen, sementara proporsi pekerja formal turun menjadi 40,53 persen.

“Adapun tiga lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbesar masih berasal dari sektor pertanian, industri, serta perdagangan besar dan eceran,” tandasnya. 

Curated For You

Editorial Team

Related Article