dr. Widyana Grehastuti sejak Agustus 2025, RSUD Banyumas diarahkan untuk tidak hanya menjadi pusat layanan kesehatan, tetapi juga pusat pendidikan dan inovasi medis, Kamis (30/4/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)
Perkembangan RSUD Banyumas terus berlanjut dengan berbagai pencapaian. Status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) diperoleh pada 2008, diikuti akreditasi paripurna dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) pada 2019.
Dalam beberapa tahun terakhir, RSUD Banyumas juga mendapatkan pengakuan sebagai rumah sakit pendidikan satelit dan institusi pelatihan kesehatan terakreditasi A.
Kini, di bawah kepemimpinan dr. Widyana Grehastuti sejak Agustus 2025, RSUD Banyumas diarahkan untuk tidak hanya menjadi pusat layanan kesehatan, tetapi juga pusat pendidikan dan inovasi medis.
Di usia ke 101, tantangan ke depan tak lagi hanya soal kapasitas layanan, tetapi juga kualitas, inovasi, dan keberlanjutan sistem kesehatan. Mulai dari pasien talasemia yang membutuhkan transfusi rutin hingga bayi berisiko tinggi yang memerlukan perawatan intensif, semua menjadi bagian dari tanggung jawab besar yang kini dipikul RSUD Banyumas.
Dengan fondasi sejarah yang kuat dan arah pengembangan yang semakin jelas, RSUD Banyumas berupaya tetap relevan menjadi harapan bagi ribuan pasien yang datang setiap bulannya.