Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

170 Siswa di Jateng Positif COVID-19, Ada yang Omicron, 31 SMA Ditutup

170 Siswa di Jateng Positif COVID-19, Ada yang Omicron, 31 SMA Ditutup
Omicron atau B.1.1.529. (reuters.com/Dado Ruvic)
Share Article

Semarang, IDN Times - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah melansir, sebanyak 31 SMA/SMK di Jateng terpaksa ditutup selama sepekan lantaran ada ratusan siswa yang terkonfirmasi positif COVID-19. Sekretaris Disdikbud Jateng, Suyanta mengatakan, penutupan sekolah yang terpapar virus corona dilakukan dari hasil 3 T (tracing, testing, dan tracking).

"Ada 31 sekolahan yang kita tutup sementara ini mengingat banyaknya murid yang terkonfirmasi positif COVID-19. Gejalanya macam-macam tapi tidak semuanya mengarah ke Omicron," kata Suyanta, Kamis (3/2/2022).

1. Siswa positif COVID-19 berstatus OTG

Ilustrasi Pelajar. (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi Pelajar. (IDN Times/Mardya Shakti)

Suyanta mengaku, penularan varian Omicron paling banyak di Purwokerto dan Jepara. Di dua wilayah itu, pihaknya mencatat ada 40 lebih siswa yang terpapar varian Omicron. 

Dari hasil tracing yang dilakukan tim Satgas COVID-19 masing-masing daerah, katanya, siswa yang terkonfirmasi positif tidak ditemukan gejala.

"Hasil tracing-nya, semuanya tanpa gejala," bebernya.

2. Ganjar perintahkan sekolah klaster COVID-19 ditutup seminggu

Ilustrasi siswa SD.ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah
Ilustrasi siswa SD.ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah

Ia berkata, sesuai arahan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, SMA/SMK yang terpapar COVID-19 ditutup sementara selama sepekan. Setiap pengelola sekolah juga diwajibkan mensterilkan semua ruangan dengan menggunakan cairan disinfektan.

"Dari surat edaran yang disebar ke semua sekolahan dan juga arahan dari pak gubernur, maka penutupan bisa dilakukan tiga hari sampai seminggu dengan melihat tingkat kasus yang muncul di tiap sekolahan. Pas dicek ulang, dari 31 sekolah, semuanya tutup memilih tutup seminggu. Pembelajaran dari offline sudah diganti daring," ungkapnya.

3. Sembilan cabang Disdik terpapar COVID-19

ilustrasi virus corona (IDN Times/Mardya Shakti)
ilustrasi virus corona (IDN Times/Mardya Shakti)

Berdasarkan pendataan yang dikerjakan secara realtime, Suyanta menyebut, ada sembilan cabang dinas pendidikan yang ditemukan kasus penularan COVID-19.

Di Cabang Dinas 1 ditemukan 9 siswa dan 2 guru yang positif COVID-19, Cabang Dinas 2 ditemukan 1 siswa positif COVID-19, Cabang Dinas 6 ditemkan 6 siswa dan 1 guru, Cabang Dinas 7 ditemukan 5 sekolah terpapar dengan 78 siswa positif COVID-19.

Kemudian di Cabang Dinas 8 ditemukan 2 siswa, Cabang Dinas 9 ditemukan 18 siswa dan 3 guru positif COVID-19, Cabang Dinas 10 ditemukan 30 siswa positif COVID-19 di tiga sekolah, Cabang Dinas 11 ditemukan 4 siswa positif COVID-19 dan Cabang Dinas 12 ditemukan 3 guru dan 1 siswa positif COVID-19 di SLB. 

4. Ada 170 siswa dan 8 guru terpapar virus corona

Ilustrasi vaksinasi pelajar ANTARA FOTO/Arnas Padda
Ilustrasi vaksinasi pelajar ANTARA FOTO/Arnas Padda

Menurut Suyanta, kasus positif COVID-19 kini banyak ditemukan di sekolah milik lembaga dakwah Al Irsyad Purwokerto berjumlah 20 orang, SMA Warga dan salah satu SMA Boardingshcool di Kota Solo.


"Secara keseluruhan terdapat 170 siswa dan delapan guru positif COVID-19," jelasnya.


Pihaknya saat ini telah menginstruksikan kepada semua sekolah untuk menggiatkan lagi pemantauan aturan protokol kesehatan. Tim Satgas COVID-19, katanya harus diaktifkan lagi untuk memperketat aturan prokes saat PTM.


"Karena PTM sekarang baru jalan 50 persen, jadinya kita minta satgas menegakan aturan kesehatannya dengan ketat lagi," pungkasnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Dhana Kencana
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto

Latest News Jawa Tengah

See More

Puncak Waisak 2026, Ribuan Lampion Borobudur Bawa Doa Kedamaian

01 Jun 2026, 08:24 WIBNews