Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Anak Cemas Masuk Sekolah Baru? 4 Cara Ayah Bunda Latih Mental biar gak Minder

Anak Cemas Masuk Sekolah Baru? 4 Cara Ayah Bunda Latih Mental biar gak Minder
Hari pertama Sekolah Rakyat Kota Malang. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Intinya Sih
  • Anak sering merasa cemas saat masuk sekolah baru karena lingkungan asing, teman belum dikenal, dan guru baru, sehingga peran orang tua jadi kunci utama dalam mendukung mental anak.
  • Orang tua disarankan melakukan school tour lebih awal, melatih keterampilan sosial lewat roleplay, serta memvalidasi perasaan anak agar mereka lebih siap dan percaya diri di hari pertama sekolah.
  • Menyesuaikan rutinitas tidur dan aktivitas seminggu sebelum sekolah dimulai membantu anak beradaptasi secara fisik dan emosional, sekaligus menumbuhkan semangat menghadapi tahun ajaran baru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Setelah melewati proses panjang pendaftaran PPDB atau SPMB 2026, kini saatnya orang tua dan anak bersiap menghadapi tahun ajaran baru. Namun, bagi sebagian anak, momen melangkah ke gerbang sekolah baru—baik itu masuk TK, SD, maupun jenjang SMP dan SMA—bisa menjadi hal yang sangat menegangkan dan memicu kecemasan tinggi.

Perubahan lingkungan, ketakutan tidak mendapatkan teman, hingga rasa asing terhadap guru baru sering kali membuat anak mogok sekolah atau mendadak minder. Menghadapi situasi ini, peran orang tua sangat krusial untuk menjadi support system utama mereka.

Biar si kecil gak cemas dan siap menghadapi hari pertamanya dengan penuh percaya diri, yuk simak 4 cara Ayah Bunda melatih mental anak agar tidak minder di sekolah baru berikut ini, Lur!

1. Lakukan School Tour atau Orientasi Mandiri Lebih Awal

Siswa sekolah rakyat di Padang ikuti hari pertama sekolah (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
Siswa sekolah rakyat di Padang ikuti hari pertama sekolah (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Rasa cemas sering kali muncul karena anak merasa asing dengan tempat baru. Bayangan koridor sekolah yang besar, ruang kelas yang asing, hingga letak toilet bisa menjadi sumber ketakutan tersendiri bagi anak.

Sebelum hari pertama masuk sekolah tiba, ajak anak untuk berkunjung ke sekolah barunya.

Mintalah izin kepada pihak keamanan sekolah untuk sekadar berjalan-jalan di area lapangan, melihat ruang kelas, ruang guru, kantin, dan toilet. Buat suasana kunjungan ini menyenangkan. Ketika anak sudah memiliki gambaran visual tentang sekolahnya, rasa takut terhadap hal-hal yang tidak diketahui (fear of the unknown) akan berkurang drastis.

2. Latih Keterampilan Sosial Lewat Roleplay (Bermain Peran)

Ilustrasi SPMB SMA Jatim 2026.
Ilustrasi SPMB SMA Jatim 2026. (pexels.com/Airlangga Jati)

Bagi anak yang pemalu, memulai percakapan atau berkenalan dengan teman baru adalah tantangan yang sangat berat. Mereka sering kali minder karena bingung harus mengucapkan apa.

Ajarkan anak keterampilan sosial dasar melalui metode roleplay atau bermain peran di rumah secara santai.

Ayah atau Bunda bisa berpura-pura menjadi teman sebangku si kecil. Latih anak cara menyapa, memperkenalkan nama, hingga menanyakan nama teman dengan sopan sambil tersenyum. Skenariokan juga cara meminjam alat tulis atau mengajak jajan bersama ke kantin. Latihan sederhana ini akan membangun muscle memory sosial yang membuat anak lebih siap di lapangan.

3. Validasi Perasaan Anak, Jangan Meremehkan Kecemasannya

Ilustrasi Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). (Dok. Dinas Pendidikan Makassar)
Ilustrasi Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). (Dok. Dinas Pendidikan Makassar)

Ketika anak mengeluh takut atau enggan masuk sekolah baru, hindari mengeluarkan kalimat seperti, "Masa gitu aja takut?" atau "Ah, jangan cengeng, nanti juga seru." Kalimat tersebut justru membuat anak merasa tidak dipahami dan semakin menutup diri.

Validasi dan terima emosi yang sedang dirasakan oleh anak terlebih dahulu.

Dengarkan ceritanya dengan penuh empati. Katakan kalimat penenang seperti, "Bunda paham kok, masuk ke tempat baru memang bikin deg-degan. Dulu waktu Bunda pertama kerja juga rasanya sama. Tapi nanti kalau sudah kenal, pasti semua terasa lebih mudah." Ketika anak merasa didengar, beban kecemasannya akan berkurang secara signifikan.

4. Sesuaikan Rutinitas Harian Seminggu Sebelum Hari-H

Ilustrasi mengajak anak tidur cepat (freepik.com/EyeEm)
Ilustrasi mengajak anak tidur cepat (freepik.com/EyeEm)

Kecemasan fisik sering kali diperparah oleh kondisi tubuh yang kelelahan akibat pola tidur yang belum teratur setelah masa libur panjang sekolah.

Mulailah membangun ritme tidur dan bangun pagi yang konsisten setidaknya satu atau dua minggu sebelum sekolah dimulai.

Latih anak untuk tidur lebih awal dan bangun tepat waktu seperti jam sekolah normal. Libatkan juga anak dalam proses mempersiapkan perlengkapan sekolahnya sendiri, seperti memilih tas, merapikan buku, hingga mencoba seragam barunya di depan cermin. Hal ini secara psikologis akan menumbuhkan rasa kepemilikan dan antusiasme pada diri anak.

Menyesuaikan diri dengan lingkungan baru memang membutuhkan waktu dan proses yang berbeda-beda bagi setiap anak. Dengan kesabaran dan pendampingan yang tepat dari Ayah Bunda, si kecil pasti bisa melewati fase transisi ini dengan baik. Semangat mendampingi anak menyambut sekolah baru!

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest News Jawa Tengah

See More