B50 Masuk Sektor Kereta, KAI Daop 6 Pastikan Operasi Tetap Aman

- PT KAI Daop 6 Yogyakarta mendukung penuh uji coba biodiesel B50 sebagai bagian dari program pemerintah memperkuat ketahanan energi dan mendorong penggunaan energi bersih nasional.
- Uji coba dilakukan bertahap di lintas operasional nyata seperti Jakarta–Yogyakarta dan Jakarta–Surabaya, dengan pengawasan ketat agar tidak mengganggu keselamatan serta layanan penumpang.
- Penerapan B50 diharapkan menekan impor bahan bakar, menciptakan lapangan kerja, menurunkan emisi gas rumah kaca, sekaligus memperkuat komitmen KAI terhadap transportasi ramah lingkungan.
Surakarta, IDN Times - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta (Daop 6) menyatakan dukungan penuh terhadap uji coba penggunaan biodiesel B50 di sektor perkeretaapian. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong penggunaan energi bersih dan berkelanjutan.
Program pengembangan biodiesel yang diinisiasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ini ditargetkan mulai diterapkan secara nasional pada 1 Juli 2026.
1. Uji coba B50 dilakukan bertahap dan berbasis data

Direktur Pengelolaan Sarana & Prasarana KAI, Heru Kuswanto, menjelaskan uji coba B50 dilakukan secara komprehensif di berbagai sektor, termasuk perkeretaapian yang memiliki karakteristik operasional khusus.
“Dalam rangka memastikan kesiapan implementasi B50 secara nasional, pemerintah melaksanakan uji coba komprehensif di berbagai sektor seperti otomotif, alat mesin dan pertanian (Alsintan), alat berat pertambangan, angkutan laut, pembangkit listrik termasuk sektor perkeretaapian yang memiliki karakteristik operasional khusus serta konsumsi bahan bakar diesel yang tinggi. Uji coba ini mencakup pengujian kualitas bahan bakar, mutu pelumas, serta kinerja dan ketahanan mesin, baik pada genset maupun lokomotif,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Ia menambahkan bahwa uji coba dilakukan secara bertahap dengan pengawasan ketat agar tidak mengganggu operasional layanan kereta.
“Uji coba penggunaan B50 pada lokomotif dan genset kereta api dilakukan secara bertahap dan terukur, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keandalan, dan kinerja operasional. Kami memastikan bahwa setiap tahapan pengujian berbasis data dan dilakukan dengan pengawasan ketat agar tidak mengganggu pelayanan kepada pelanggan,” ujar Heru.
2. Pengujian dilakukan di lintas operasional nyata

Pengujian B50 di sektor perkeretaapian dilakukan dalam kondisi operasional sehari-hari agar hasilnya lebih representatif. Untuk skema ketahanan dinamis, pengujian genset dilakukan hingga sekitar 2.400 jam di lintas Jakarta–Yogyakarta, sementara lokomotif diuji selama kurang lebih enam bulan di lintas Jakarta–Surabaya.
Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menegaskan kesiapan pihaknya dalam mendukung program ini di lapangan.
“Daop 6 berkomitmen untuk mendukung implementasi program B50 melalui penyediaan sarana uji, pengawasan operasional, serta koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Kami juga memastikan bahwa seluruh proses berjalan sesuai dengan prosedur dan tidak mengganggu pelayanan kepada pelanggan kereta api,” jelas Feni.
3. B50 dorong efisiensi energi dan turunkan emisi

Sebagai informasi, B50 merupakan campuran 50 persen bahan bakar solar (B0) dan 50 persen biodiesel (B100) berbasis minyak nabati. Penggunaannya diharapkan mampu menekan impor bahan bakar sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi domestik.
Selain itu, implementasi B50 juga berpotensi memberikan dampak positif berupa penghematan devisa negara, penciptaan lapangan kerja, serta penurunan emisi gas rumah kaca.
KAI Daop 6 menegaskan bahwa keselamatan dan keandalan operasional tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan uji coba. Dukungan terhadap program ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat transisi energi nasional dan menghadirkan transportasi massal yang lebih ramah lingkungan.


















