Pengelola Lawang Sewu Klaim Gak Pernah Buang Kucing ke Luar Gedung

- Manajemen Lawang Sewu menegaskan tidak pernah membuang kucing dari area gedung dan membantah isu pemecatan petugas terkait kabar tersebut.
- Keberadaan kucing dianggap sebagai daya tarik unik yang menambah kenyamanan pengunjung serta menjadi bagian dari identitas kawasan heritage Lawang Sewu.
- PT Kereta Api Pariwisata berkolaborasi dengan komunitas cat lovers untuk mengadakan event edukasi dan kontes kucing guna meningkatkan kepedulian terhadap kesejahteraan hewan.
Semarang, IDN Times - Pengelola gedung perkeretaapian kuno Lawang Sewu menyatakan tak pernah membuang kucing-kucing yang ada di dalam area halaman utama gedung. Pihak manajemen Lawang Sewu juga meluruskan informasi yang menyebutkan ada petugas dipecat setelah melakukan pembuangan kucing ke area luar gedung.
Menurut Manajer of Asset Operation PT Kereta Api Pariwisata, Moedji Setiono, keberadaan kucing di Lawang Sewu selama ini dinilai memberikan warna tersendiri sekaligus menjadi salah satu daya tarik yang membuat pengunjung merasa lebih dekat dan nyaman.
Lawang Sewu sebagai kawasan heritage berkomitmen menjaga keharmonisan antara pelestarian bangunan bersejarah dengan keberadaan kucing yang telah menjadi bagian dari daya tarik unik dan humanis bagi pengunjung.
"PT Kereta Api Pariwisata sangat peduli dengan keberadaan kucing di wilayah Lawang Sewu dan kami akan terus memastikan kesejahteraan mereka terjaga," paparnya dalam keterangan yang diterima IDN Times, Minggu (17/6/2026).
Banyak pengunjung yang bahkan secara khusus datang untuk berinteraksi dengan kucing-kucing di Lawang Sewu, sehingga keberadaan mereka menjadi nilai tambah yang tidak terpisahkan dari pengalaman berkunjung ke kawasan heritage ini.
Pihaknya menampik informasi yang beredar mengenai pemecatan petugas terkait isu tersebut. Penegasan ini untuk meluruskan berbagai informasi yang tidak akurat yang telah beredar di masyarakat
Saat bertemu cat lovers Semarang, pihaknya menegaskan melalui sinergi, nantinya keberadaan kucing dapat dikelola dengan lebih baik, tetap sehat dan terawat.
"Tanpa mengganggu pelestarian bangunan heritage yang menjadi tanggung jawab kami," ujarnya.
Ia juga mengklaim ada potensi besar dalam kolaborasi ini. Kucing-kucing di Lawang Sewu bukan hanya penghuni, tetapi telah menjadi bagian dari identitas dan pesona kawasan ini.
Sebagai bentuk komitmen, dalam waktu dekat kedua belah pihak akan menyelenggarakan event edukasi dan kontes kucing.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana hiburan, edukasi, serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesejahteraan hewan. "Event edukasi akan menghadirkan materi tentang cara merawat kucing dengan baik, pemahaman mengenai kesehatan hewan, serta pentingnya sterilisasi untuk pengendalian populasi kucing secara bertanggung jawab," jelasnya.
Ia pun mengapresiasi dukungan seluruh pihak dan berharap kolaborasi dapat menciptakan ekosistem yang lebih baik bagi kucing, pengunjung, serta pelestarian kawasan heritage. Kolaborasi juga menjadi contoh nyata bahwa isu-isu terkait keberadaan hewan di kawasan publik dapat diselesaikan melalui dialog yang konstruktif dan kerja sama yang positif, tanpa perlu langkah-langkah yang merugikan pihak manapun.
"Ke depannya, kami akan selalu membuka ruang komunikasi dengan komunitas cat lovers dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan kawasan yang ramah hewan, nyaman bagi pengunjung, dan tetap menjaga kelestarian nilai sejarah Lawang Sewu. Kami akan selalu peduli dan menjaga kucing-kucing di wilayah Lawang Sewu karena mereka telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keistimewaan kawasan ini," ujarnya.



















