Deretan panel surya yang terpasang di atap gedung parkir Bandara Ahmad Yani Semarang. (IDN Times/Dok Humas Bandara Ahmad Yani Semarang)
Penggunaan teknologi reserve osmosis, katanya merupakan salah satu inisiatif dari bandaranya. Inisiatif lainnya berupa memakai optimalisasi penggunaan energi, pemanfaatan pencahayaan alami, hingga pengelolaan bangunan yang berorientasi ramah lingkungan.
Hal ini juga termasuk penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), lampu LED, dan materi ramah lingkungan, penggunaan fitur sleep mode pada lift, elevator, dan travelator dan memanfaatkan kaca bangunan untuk efisiensi pendingin ruangan di dalam area bandara.
Untuk PLTS berkapasitas 100 kWp kini terpasang di atap kanopi parkir Gedung Administrasi dan atap Gedung Main Power House (MPH). Tujuannya menyuplai kebutuhan listrik gedung administrasi Bandara Ahmad Yani.
“Berdasarkan data yang kami himpun, selama tahun 2025 PLTS berkapasitas 100 kilowatt-peak (kWp) menghasilkan energi sebesar 132.930 kWh yang digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan pasokan listrik,” ujar Sulistyo.