Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bandara Ahmad Yani Olah 1.920 Meter Kubik Air Hujan Jadi Air Bersih
Suasana apron Bandara Ahmad Yani Semarang yang dipenuhi deretan pesawat terbang komersil. (IDN Times/Dok Humas Bandara Ahmad Yani Semarang)
  • Bandara Ahmad Yani Semarang berhasil mengolah 1.920 meter kubik air hujan dan 243 meter kubik air payau menjadi air bersih menggunakan teknologi Reverse Osmosis sepanjang tahun 2025.
  • Penerapan energi ramah lingkungan dilakukan lewat PLTS berkapasitas 100 kWp yang menghasilkan sekitar 132.930 kWh listrik, serta penggunaan lampu LED dan sistem efisiensi bangunan.
  • Berkat inovasi pengelolaan energi hijau dan konsep eco-airport, Bandara Ahmad Yani meraih penghargaan ASEAN Energy Awards 2025 kategori efisiensi dan konservasi energi terbaik di Kuala Lumpur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Pengelola Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang selama 2025 kemarin berhasil mengolah 1.920 meter kubik air hujan menjadi sumber air bersih. 

Bahkan, dengan lokasi yang mengambang di pesisir laut, pihak bandara juga mampu memanfaatkan 243 meter kubik air payau sebagai air bersih.

1. Ratusan kubik payau juga diubah jadi air bersih

Seorang pria menarik kopernya saat berjalan di selasar Bandara Ahmad Yani Semarang. (IDN Times/Dok Humas Bandara Ahmad Yani Semarang)

General Manajer Bandara Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto mengungkapkan kegiatan pengolahan air hujan dan air payau tersebut merupakan salah satu cara jitu memanfaatkan teknologi reserve osmosis.

“Sementara itu, pemanfaatan teknologi Reverse Osmosis selama tahun 2025 mencakup pengolahan air hujan sebanyak 1.920 meter kubik dan air payau sejumlah 243 meter kubik menjadi air bersih," ujar Sulistyo, Senin (20/4/2026).

Selain itu, ia bilang sistem teknologi daur ulang tank menghasilkan 17.000 meter kubik air yang dimanfaatkan untuk flushing toilet dan penyiraman taman.

2. PLTS Bandara Ahmad Yani hasilkan 132 ribu kWh

Deretan panel surya yang terpasang di atap gedung parkir Bandara Ahmad Yani Semarang. (IDN Times/Dok Humas Bandara Ahmad Yani Semarang)

Penggunaan teknologi reserve osmosis, katanya merupakan salah satu inisiatif dari bandaranya. Inisiatif lainnya berupa memakai optimalisasi penggunaan energi, pemanfaatan pencahayaan alami, hingga pengelolaan bangunan yang berorientasi ramah lingkungan.

Hal ini juga termasuk penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), lampu LED, dan materi ramah lingkungan, penggunaan fitur sleep mode pada lift, elevator, dan travelator dan memanfaatkan kaca bangunan untuk efisiensi pendingin ruangan di dalam area bandara.

Untuk PLTS berkapasitas 100 kWp kini terpasang di atap kanopi parkir Gedung Administrasi dan atap Gedung Main Power House (MPH). Tujuannya menyuplai kebutuhan listrik gedung administrasi Bandara Ahmad Yani.

“Berdasarkan data yang kami himpun, selama tahun 2025 PLTS berkapasitas 100 kilowatt-peak (kWp) menghasilkan energi sebesar 132.930 kWh yang digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan pasokan listrik,” ujar Sulistyo.

3. Bandara Ahmad Yani raih penghargaan pengelola energi hijau terbaik

GM Bandara Ahmad Yani Semarang Sulistyo saat memimpin apel kesiapsiagaan personel gabungan jelang arus mudik. (IDN Times/Dok Humas Bandara Ahmad Yani Semarang)

Pihaknya menjelaskan atas banyaknya energi ramah lingkungan yang dipakai selama ini, bandaranya menjadi pemenang ASEAN Energy Awards 2025 kategori ASEAN Energy Efficiency and Conservation Best Practices Awards di Kuala Lumpur, Malaysia.

Penghargaan ini pengakuan tertinggi di kawasan Asia Tenggara terhadap inovasi, efisiensi dan pengelolaan energi terbarukan, serta penerapan teknologi berkelanjutan, sekaligus mendorong implementasi inovasi di seluruh kawasan.

“Keberhasilan Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang tidak terlepas dari komitmen dalam mengusung konsep eco-airport, dengan mengedepankan efisiensi energi dan konservasi lingkungan dalam operasional bandara,” ujarnya.

Editorial Team