Semarang, IDN Times - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Semarang, Jumat (15/5/2026) petang, mengakibatkan areal Sungai Plumbon dan Silandak tidak dapat menampung debit air yang berlebih. Dari kejadian tersebut, enam kelurahan di Ibu Kota Jawa Tengah terendam banjir.
Banjir Terjang 6 Kelurahan di Semarang, Ratusan Keluarga Terdampak

1. Sebanyak 624 keluarga terdampak banjir
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, ada tiga kecamatan yang terdampak banjir, antara lain Ngaliyan, Semarang Barat, dan Tugu. Sedangkan, kelurahan yang diterjang air bah dari meluapnya Sungai Plumbon dan Silandak di antaranya Purwoyoso, Bambankerep, Kalibanteng Kulon, Kembangarum, Krapyak, dan Mangkang Kulon.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Semarang, Endro Pudyo Martantono mengatakan, ratusan keluarga dan ribuan jiwa menjadi korban dari bencana banjir tersebut.
‘’Dari catatan kami, ada 624 kepala keluarga (KK) dan 1.858 jiwa menjadi korban banjir semalam,’’ ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (16/5/2026).
Saat ini BPBD Kota Semarang bersama stakeholder lintas sektor membersihkan lumpur sisa-sisa banjir di lokasi bencana. Selain itu, juga memberikan bantuan kepada para korban yang terdampak.
2. Penguatan tanggul dengan karung pasir
Sementara, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menginstruksikan, kepada seluruh jajaran dinas terkait untuk turun langsung ke lapangan guna membantu warga terdampak. Menurutnya, intensitas hujan yang sangat tinggi di wilayah hulu Ungaran bagian timur serta wilayah lokal Ngaliyan memicu limpasan air yang tidak terbendung di aliran Kali Silandak dan Kali Plumbon.
Selanjutnya, penanganan fisik terhadap tanggul yang ambrol dilakukan mulai Sabtu (16/5/2026) pagi dengan skema darurat. Pemkot Semarang akan bersinergi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana untuk melakukan penguatan tanggul menggunakan ribuan karung pasir (sand bag) serta pemasangan trucuk bambu sebagai penahan sementara.
“Meskipun Sungai Plumbon secara teknis berada di bawah kewenangan BBWS, Pemkot Semarang tidak akan tinggal diam dan segera mengambil langkah darurat hari ini. Kami akan kerahkan personel untuk melakukan penambalan tanggul sementara agar warga merasa aman jika terjadi hujan susulan di wilayah hulu,” terangnya.
3. Petakan titik-titik rawan luapan air di Semarang Barat
Selain penanganan di aliran sungai, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang juga melakukan pembersihan material lumpur pekat yang menutup jalan di kawasan Silayur, Ngaliyan. Langkah ini diambil secara cepat menggunakan truk tangki air dan alat berat agar jalur utama yang menghubungkan Semarang dan Boja tersebut dapat dilalui kendaraan dengan aman.
Agustina menambahkan, bahwa koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk memetakan titik-titik rawan luapan air di wilayah Semarang Barat guna mencegah kejadian serupa. Dia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan selalu memantau informasi peringatan dini dari instansi terkait.
“Malam ini petugas pembersihan lumpur masih bekerja di Silayur dan besok pagi saya minta warga bersama jajaran kelurahan melakukan gotong royong massal untuk membersihkan lingkungan masing-masing. Kami berkomitmen untuk mendampingi seluruh warga terdampak hingga situasi kembali kondusif dan aktivitas ekonomi berjalan normal,” pungkasnya.