ilustrasi buah-buahan yang biasa dikonsumsi (unsplash.com/Julia Zolotova)
Meskipun sistem IFPS sudah menetapkan aturan angka 8 untuk produk GMO, dalam realitasnya kamu bakal hampir mustahil menemukan buah dengan stiker awalan angka 8 di rak-rak supermarket lokal maupun internasional. Kenapa bisa begitu?
Alasannya sangat sederhana: strategi pasar. Banyak produsen buah raksasa dunia memilih untuk tidak menempelkan kode awalan 8 demi menghindari sentimen negatif. Sebagian besar konsumen cenderung skeptis dan menghindari produk hasil modifikasi genetik karena alasan kesehatan atau lingkungan.
Karena kode ini jarang dipakai dan slot kombinasi angka 3 dan 4 untuk buah konvensional sudah mulai penuh, IFPS kini mulai mereformasi aturan tersebut. Ke depannya, deretan angka berawalan 8 secara bertahap akan dialihkan untuk mengidentifikasi varietas buah konvensional baru, bukan lagi melulu soal GMO.
Dengan memahami cara membaca stiker kecil ini, kamu kini bisa menjadi konsumen yang lebih cerdas dan tahu persis dari mana serta bagaimana buah yang kamu konsumsi itu diproduksi.
Nah, apakah kamu ingin tahu daftar buah impor apa saja yang paling sering melewati proses rekayasa genetika (GMO) di pasar dunia, atau butuh panduan cara mencuci buah konvensional agar benar-benar bersih dari sisa pestisida?