Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BMKG Geofisika Catat Jateng Dilanda 375 Kali Gempa Setahun Terakhir
Seorang siswa berlindung di bawah meja saat simulasi dril gempa dan tsunami di Banda Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)
  • BMKG mencatat 375 gempa bumi di Jawa Tengah dari Januari 2024 hingga Februari 2025.
  • Gempa terbesar berkekuatan 4,6 Magnitudo terjadi pada bulan Juli.
  • Ada peningkatan aktivitas gempa yang dirasakan masyarakat, dengan jumlah gempa terbanyak pada bulan Januari 2024 sebanyak 46 kali.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Stasiun BMKG Geofisika Banjarnegara menyatakan dalam rentang waktu Januari 2024-Februari 2025 terdapat 375 kali gempa bumi yang terjadi di seluruh wilayah Jawa Tengah

Berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan BMKG Geofisika, gempa terbesar yang dirasakan muncul di bulna Juli yaitu berkekuatan 4,6 Magnitudo. 

1. BMKG deteksi ada aktivitas gempa yang meningkat

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Balikpapan memprediksi hujan dan petir masih akan melanda Kota Balikpapan, hingga akhir Januari 2025. (IDN Times/Erik Alfian)

Kepala Stasiun BMKG Geofisika Banjarnegara, Heri Susanto Wibowo mengungkapkan walaupun frekuensi gempa darat dan gempa laut selama ini cenderung menunjukkan tanda-tanda stabil, akan tetapi beberapa tahun telah muncul peningkatan aktivitas gempa yang dirasakan masyarakat. 

"Frekuensi gempa di darat maupun di laut masih relatif stabil. Tapi selama beberapa tahun ada peningkatan aktivitas gempa yang berbeda. Di Jawa Tengah sendiri ada beberapa kali gempa di darat yang dirasakan masyarakat walaupun tidak menyebabkan kerusakan. Terakhir 3,9 magnitudo di Cilacap tidak mengalami kerusakan," ungkap Heri kepada IDN Times, Rabu (12/2/2025). 

2. Empat seismograf sudah terpasang di empat kabupaten

Seismometer (https://www.istockphoto.com/kickers)

Dari data yang diterima IDN Times, gempa paling banyak muncul pada Januari 2024 sebanyak 46 kali. Pada Januari getaran gempa tertinggi mencapai 2,6 magnitudo dan gempa terlemah berkekuatan 1,1 magnitudo. 

Sejauh ini pihaknya memiliki 23 peralatan seismograf di sejumlah wilayah untuk memantau aktivitas kegempaan. Untuk tahun ini juga telah terpasang empat peralatan lagi yang ada di Kabupaten Sragen, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Semarang dan Pulau Karimunjawa Jepara. 

"Untuk peralatan pendeteksi gempa bumi berupa seismograf kita punya 23 alat. Dan tahun ini ada empat lagi. Empat itu di Purbalingga, Sragen, Kabupaten Semarang dan Karimunjawa. Untuk operasional tidak terkendala sama sekali," paparnya. 

3. Chip tsunami juga terpasang di pantai selatan

ilustrasi pasca tsunami (bukan di Indonesia) (pixabay.com/WikiImages)

Di samping itu, satu alat chip tsunami juga sudah terpasang di perairan pantai selatan guna memantau pergerakan gelombang yang berpotensi berubah menjadi tsunami. 

4. Ada sesar aktif yang belum terdeteksi

Pria di tengah reruntuhan (pexels.com/Doruk Aksel Anıl)

Adapun jumlah sesar aktif, katanya masih tetap 13 wilayah salah satunya sesar baribis kendeng, sesar Pati-Grobogan, sesar Ambarawa. 

Kendati begitu, pihaknya tak menutup kemungkinan bahwa saat ini juga bermunculan sesar aktif skala regional. Tak cuma itu saja, masih ada gempa besar yang tersebar di lokasi sesar yang belum teridentifikasi. 

Namun untuk pendekteksian lebih lanjut masih membutuhkan kajian lebih spesifik. 

"Kita belum spesifik mendeteksi apakah ada sesar melewati, kelurahan desa, kantor-kantor atau kampung kampung. Kalau ada aktivitas seismik berarti ada aktivitas sesar. Tapi butuh kajian dari BMKG dan instansi lainnya," ungkapnya. 

Editorial Team

Related Article